Masuk Kota Sampit Tanpa Surat Antigen Negatif Covid-19 Harus Putar Balik

CEK : IST/BERITA SAMPIT - Kapolsek Cempaga Hulu Iptu Taufik Hidayat didampingi Camat Cempaga Hulu Ubaidillah.

SAMPIT – Kepolisian Resor (Polres) Kotawaringin Timur (Kotim) membuat pos penyekatan bagi masyarakat yang akan masuk ke Kota Sampit. Untuk saat ini terdapat tiga titik pos penyekatan yang diberlakukan bagi masyarakat, tidak akan diberi izin masuk tanpa keterangan negatif Covid-19.

”Untuk yang masuk ke Kota Sampit, Kabupaten Kotim tanpa menunjukkan surat antigen dengan status negatif tidak diperbolehkan masuk ke kota. Untuk jalur darat saat ini ada tiga pos penyekatan yakni Perantaran, Telawang dan Ujung Pandaran,” kata Kapolsek Cempaga Hulu Iptu Taufik Hidayat mewakili Kapolres Kotim AKBP Abdoel Haris Jalin, Jumat 9 Juli 2021.

Bahkan kata dia, untuk para pelaku usaha seperti sopir taksi antar kabupaten atau kota juga diberlakukan. Selama mereka bisa menunjukkan surat antigen dengan status negatif dipersilahkan masuk Kota Sampit.

Mulai diberlakukannya pos penyekatan setelah adanya surat edaran dari Bupati Kotim Nomor 44/STPC-19/VII/2021 tentang peningkatan upaya penanganan Covid-19 dan percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di wilayah Kabupaten Kotim.

BACA JUGA:   Pengurus Lama Koperasi Produksi Hidup Lestari Lengser Lewat RALB

Dalam surat edaran disebutkan bahwa setiap pergerakan orang atau kendaraan, transportasi angkutan umum dan angkutan pribadi yang melintasi pos penyekatan wajib dilakukan pemeriksaan antara lain pertama, pemeriksaan identitas, kedua penerapan penyekatan protokol kesehatan, wajib menggunakan masker dengan baik dan benar.

Ketiga, hasil pengukuran suhu tubuh tidak melebihi 37,5 celsius, keempat menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 hasil tes RT-PCR yang pengambilan sampelnya maksimal waktu 3×24 jam sebelum keberangkatan atau hasil negatif rapid tes antigen yang pengambilan sampelnya maksimal waktu 1×24 jam sebelum keberangkatan, berstempel basah atau barcode dan dikeluarkan oleh klinik pemerintah atau swasta yang sudah terdaftar di dinas kesehatan kabupaten asal pelaku perjalanan sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan.

Kelima, pelaku perjalanan yang masuk kabupaten dengan surat negatif Covid-19 wajib di data dan menjalani karantina mandiri selama 5×24 jam dengan biaya mandiri kecuali dapat menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19. Keenam, pelaku perjalanan pelayanan distribusi logistik tidak diwajibkan tes RTPCR dan tes antigen sebagai syarat perjalanan. Ketujuh, anak-anak dibawah usia lima tahu tidak diwajibkan tes RT-PCR dan tes antigen sebagai syarat perjalanan.

BACA JUGA:   Diterjang Banjir, Warga Bukit Santuai Harapkan Bantuan Sembako dan Obat-obatan

Kedelapan, ketentuan wajib karantina dikecualikan bagi keperluan pelayanan logistik atau perdagangan kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi dua orang keluarga dan kepentingan tertentu lainnya yang dilengkapi dengan surat keterangan perjalanan dari aparat setempat seperti Camat, Kapolsek, Koramil, Lurah dan Kades.

“Jika tidak memenuhi ketentuan sebagaimana tercantum dalam angka satu maka diperkenankan memasuki wilayah Kabupaten Kotim,” ucap pria yang akrab disapa Taufik ini. (im/beritasampit.co.id).