Sambil Terisak Tangis Nia Ramadhani Minta Dibukakan Pintu Maaf

Tersangka penyalahgunaan narkoba Nia Ramadhani bersama suami Ardiansyah Bakrie dan supir berinizial ZN dihadirkan di Polres Metro Jakarta Pusat, Sabtu 10 Juli 2021.Ist-ANTARA/dok.pri;

JAKARTA – Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat menghadirkan tersangka penyalahgunaan narkoba yang juga publik figur, Nia Ramadhani, dalam konferensi pers, Sabtu 10 Juli 2021.

Selain Nia dan Ardi, dalam keterangan pers tersebut juga dihadirkan tersangka lainnya ialah sang supir berinisial ZN (43).

Pada kesempatan itu secara terbuka, Nia Ramadhani meminta dibukakan pintu maaf kepada seluruh pihak atas perbuatannya mengonsumsi narkotika jenis sabu.

Mengenakan topi bucket yang menghalangi wajahnya, Nia pun membacakan selembar kertas berisi permohonan maafnya, sambil terisak tangis.

BACA JUGA:   Upaya Penyelundupan Ribuan Burung dari Kotawaringin Barat ke Jawa Digagalkan Karantina Palangka Raya

“Saya berharap melalui pernyataan saya ini, saya bisa dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya dari semua pihak, terutama sekali lagi yang saya kasihi, orang tua saya dan seluruh keluarga besar,” ucap Nia.

Ardi Bakrie yang ada disampingnya berupaya untuk menenangkan sang istri, dengan mengelus lengan Nia.

“Terutama sekali lagi yang saya kasihi, orang tua saya dan seluruh keluarga besar, terutama anak-anak saya, Mikaila, Mainaka dan Magika,” kata ibu tiga orang anak, pemilik nama lengkap Ramadhania Ardiansyah Bakrie (31) itu.

BACA JUGA:   Gubernur Sumsel Meminta Polisi Tindak Tegas, Jika Terbukti Ada Unsur Kebohongan Terkait Dana Hibah

Polres Metro Jakarta Pusat pada Kamis 8 Juli 2021 menetapkan tiga tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan pasangan suami istri Nia Ramadhani dan Ardiansyah Bakrie. Selain keduanya, polisi juga menetapkan sang supir berinisial ZN sebagai tersangka.

Polisi mengamankan ketiga tersangka sejak Rabu 7 Juli 2021 dengan barang bukti satu klip sabu seberat 0,78 gram dan 1 bong alat hisap sabu.

Tersangka dikenakan pelanggaran pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan sanksi pidana maksimal empat tahun penjara.

(Sumber : Antara)