Banjir di Pedalaman Kotim Semakin Tinggi

Pelaksana Tugas Camat Antang Kalang Watmin (kiri pakai topi) bersama tim meninjau kondisi banjir di Desa Tumbang Kalang, Kotawaringin Timur, Jumat 16 Juli 2021.//Ist-ANTARA/handout-Kecamatan Antang Kalang;

SAMPIT – Banjir di sejumlah desa di Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, semakin tinggi, khususnya di Desa Tumbang Kalang yang merupakan ibu kota kecamatan setempat.

Banjir terparah terjadi di Desa Sungai Puring karena banjir sangat tinggi. Di beberapa titik ketinggian banjir hampir mencapai plafon rumah. Kantor desa setempat juga terendam banjir.

Dari 15 desa di kecamatan itu, ada 11 desa yang pemukiman warganya banyak di sekitar Sungai Kalang sehingga rawan terendam ketika sungai meluap.

Disisi lain, Kepala desa banyak terkendala menyampaikan laporan karena sulitnya jaringan telekomunikasi, sementara jalan darat sangat terbatas.

“Banjir di Desa Tumbang Kalang semakin dalam karena kiriman dari daerah atas. Kalau di Tumbang Kalang seberang bisa sekitar satu meter lebih,” kata Pelaksana tugas Camat Antang Kalang, Watmin, Jumat 16 Juli 2021.

BACA JUGA:   PTM Terbatas Diperbolehkan, Praktisi Pendidikan Berikan Apresiasi

Bersama Polsek dan Koramil setempat, dirinya turun memantau kondisi banjir di Desa Tumbang Kalang.

Menurutnya, banjir di Tumbang Kalang semakin tinggi karena posisinya rendah sehingga menjadi sasaran banjir kiriman.

“Banjir hulu turun ke bawah sehingga permukiman di lokasi cukup rendah menjadi terendam. Mudah-mudahan segera surut,” harap Watmin. Dikutip dari ANTARA.

Watmin mengaku, masih menunggu laporan dari kepala desa terkait kondisi di desa masing-masing. Sejauh ini baru empat desa yang mengirimkan laporan singkat kondisi banjir yaitu Desa Tumbang Gagu, Tumbang Ramei, Sungai Puring dan Tumbang Kalang.

Pemerintah kecamatan juga sudah meminta seluruh desa untuk meningkatkan kewaspadaan mengantisipasi kemungkinan banjir semakin parah.

BACA JUGA:   Mulai 30 Agustus, Sekolah di Kotim Akan Laksanakan PTM Terbatas, Ini Acuannya

Pemerintah desa juga diminta segera melaporkan perkembangan kondisi serta jumlah rumah rumah dan kepala keluarga yang terdampak banjir.

Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Timur, Yephi Hartady, mengatakan, tim dari BPBD turun menuju Kecamatan Antang Kalang untuk memantau kondisi banjir tersebut.

“Tim langsung dipimpin Pak Kalak (Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur Muhammad Yusuf). Saya tetap di Sampit karena jaga di Satgas Penanganan COVID-19,” kata Yephi.

Jarak tempuh dari Sampit menuju Kecamatan Antang Kalang sekitar empat jam, bahkan lebih. Tim BPBD akan memantau sekaligus menemui warga yang terdampak banjir sebagai dasar jika diperlukan penyaluran bantuan sembako.

(BS-65/beritasampit.co.id)