Orang Tua Harus Membatasi Penggunaan Gadget Pada Anak

IST/BERITA SAMPIT - Ketua TP-PKK Provinsi Kalteng Yulistra Ivo Sugianto Sabran saat menjadi keynote speaker pada seminar psikologi nasional.

PALANGKA RAYA – Ketua TP-PKK Provinsi Kalteng Yulistra Ivo Sugianto Sabran menjadi keynote speaker pada Seminar Psikologi Nasional yang digelar oleh Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Kalteng. Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual dari Aula Serbaguna Istana Isen Mulang, Sabtu 17 Juli 2021.

Kegiatan seminar ini mengusung Tema “Menjadi Smart Parents Dalam Mengelola Pengunaan Gadget sebagai Media Tumbuh Kembang Anak”. Pada kesempatan itu Ivo menyampaikan, bahwa masih banyak masyarakat yang belum mendapat edukasi dengan baik, tentang bagaimana penggunaan teknologi secara bijaksana. Termasuk bagaimana orang tua menggunakan gadget dalam proses pengasuhan anak-anak.

“Beberapa kesalahan dalam pemberian gadget pada anak-anak diantaranya seperti orang tua yang memberikan gadget pada anak usia dibawah satu tahun, orang tua membiarkan anak-anak mengakses internet tanpa pendampingan orang tua, penggunaan gadget selama Learn From Home dan orang tua memberikan gadget pribadi kepada anak dibawah umur,” jelas Ivo.

BACA JUGA:   Kemenag Kalteng Minta IAIN Pontianak Beri Kemudahan Peserta PPG

Dampak yang ditimbulkan akibat kesalahan dalam pemberian gadget pada anak-anak yakni berupa kurang gerak, gangguan fungsi mata, addiction, masalah emosi dan self control, gangguan penyesuaian diri, gangguan tidur, obesitas, masalah postur tubuh, keterlambatan berbicara, gangguan perkembangan serta meningkatnya depresi pada anak.

Sehingga waktu ideal anak dalam menggunakan gadget ini, sebaiknya disesuaikan dengan usia anak. Waktu yang tepat untuk penggunaan gadget pada anak, kata Ivo, yakni untuk anak usia 8 sampai 11 tahun, penggunaan normal gadget seharusnya 1-3 hari dalam seminggu dengan durasi kurang dari 5 jam per minggu.

BACA JUGA:   Peran APIP yang Handal Diperlukan Dalam Mencegah Korupsi

Sedangkan, untuk anak dibawah 5 tahun harus lebih sedikit mendapatkan waktu untuk menggunakan gadget dibandingkan anak usia sekolah dasar.

“Diharapkan, para orang tua dapat mendampingi anak-anak untuk belajar bersama sambil memanfaatkan gadget sembari juga melakukan pengawasan dengan membatasi situs apa saja yang dapat diakses anak,” pungkasnya.

Para orang tua juga diharapkan agar dapat menjadi smart parents dalam mengelola penggunaan gadget sebagai media tumbuh kembang anak. Gunakan gadget untuk mencari ilmu bagaimana agar kita dapat menjadi orang tua yang bertanggungjawab, menyenangkan dan melindungi anak-anak kita. (Hardi/beritasampit.co.id).