PPKM di Lima Wilayah Kalteng Semakin Diperketat

IST/BERITA SAMPIT - Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo saat menghadiri rapat koordinasi evaluasi dan pembahasan perpanjangan PPKM Mikro diperketat dan PPKM Darurat secara virtual.

PALANGKA RAYA – Ada lima daerah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang kini semakin diperketat penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Sebab kelima wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir cenderung kasus konfirmasi positif Covid-19 meningkat.

Awalnya ada tiga kabupaten/kota yang ditetapkan dalam penerapan PPKM diperketat. Namun melalui Instruksi Gubernur Kalteng nomor 180 tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM berbasis mikro, berdasarkan Instruksi Mendagri nomor 17 tahun 2021 yang diubah menjadi Instruksi Mendagri nomor 20 tahun 2021, ditambah dua kabupaten.

“Maka melalui Instruksi Gubernur, kami menetapkan tambahan untuk dua kabupaten lagi, sehingga penerapan PPKM diperketat di Provinsi Kalteng menjadi lima kabupaten dan kota,” kata Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo dalam rapat koordinasi (rakor) evaluasi dan pembahasan perpanjangan PPKM) mikro diperketat dan PPKM Darurat, Sabtu 21 Juli 2021.

BACA JUGA:   Hadiri Rapat Pansus DPRD, Penjabat Sekda Kalteng Sampaikan 8 Poin Ini

Lima kabupaten dan kota yang diberlakukan penerapan PPKM diperketat yaitu Kota Palangka Raya, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kotawaringin Barat.

Sementara itu, rapat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo secara virtual di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng.

BACA JUGA:   Tangani Banjir, Gubernur Kalteng Menggerakkan Semua Kekuatan

Dalam rakor, masing-masing Kepala Daerah menyampaikan laporan terkait penanganan dan pengendalian Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa PPKM dan vaksinasi jadi kunci pengendalian Covid-19 saat Ini.

“Meskipun antusias masyarakat tinggi, namun yang masih belum terpenuhi yaitu logistik dari vaksin itu sendiri,” ucapnya.

Airlangga Hartarto juga minta penyaluran bantuan dari daerah dipercepat. Selain itu dirinya berharap bantuan tersebut segera terealisasi pada saat penerapan PPKM Darurat. (Hardi/beritasampit.co.id).