Ternyata Ini Penyebab Kebakaran Toko Sembako di Delang, Rugi Hingga Ratusan Juta

KEBAKARAN: IST/BERITA SAMPIT - Kebakaran yang terjadi di pasar rakyat, Kelurahan Kudangan jalan Trans Kalimantan, Senin 19 Juli 2021.

NANGA BULIK – Kebakaran kios dan satu rumah di Pasar Rakyat Kelurahan Kudangan, Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau pada Senin, 19 Juli 2021 kemarin ternyata ditaksir merugikan sebesar Rp 800 Juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

“Kerugian ditaksir sebesar Rp 800 juta dari satu rumah yang terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut,” ungkap Kapolsek Delang Iptu Edy Jaka P, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa 20 Juli 2021.

Iptu Edy menjelaskan kronologi kejadian pada pukul 08.30 Wib yang diduga api berasal saat salah satu karyawan toko milik Salonto melaksanakan bongkar muat BBM jenis premium. Karyawan itu bernama Santo yang sedang bongkar barang sembako masukan ke toko.

BACA JUGA:   Sengketa Lahan Warga Desa dan PT Satria Hupasarana, Kapolres Lamandau: Beda Persepsi

Kemudian saksi melihat salah satu karyawan Salonto tersebut memutus tali di mobil dengan korek api yang berada di bak pikap sembako tersebut, dan setelah diputus tali dengan menggunakan korek api tersebut tidak disadari oleh karyawan yang menimbulkan percikan api di lantai.

Melihat ada percikan api di lantai yang sebelumnya ada bekas tumpahan minyak bensin, karyawan yang melihat percikan api di lantai langsung memberitahu saksi dan warga sekitar.

Warga, berupaya memadamkan api dengan alat seadanya tetapi api semakin membesar yang mana di tempat tersebut banyak terdapat barang-barang kelontongan yang mudah terbakar.

BACA JUGA:   Tertangkap Basah Mencuri 1 Galon Herbisida, Pria Ini Divonis 4 Bulan

Sementara, penyebab tingginya taksiran kerugian dikarenakan di salah satu rumah terbakar tersebut merupakan rumah bangunan yang disewa oleh Salonto digunakan untuk berjualan bahan sembako, Gas LPG dan BBM dan kontruksi bangunan pasar rakyat yang terbuat dari beton dan kerangka baja ringan dibuat tahun 2015.

Iptu Edy menuturkan, api mulai membesar sekitar pukul 08.30 WIB dan baru dapat dipadamkan sekitar pukul 11.25 WIB. Kebakaran yang disebabkan oleh percikan tali yang dibakar. (Andre/beritasampit.co.id).