Dewan Harap Satgas Covid-19 Bubarkan Kerumunan Bukan Pedagang

IM/BERITA SAMPIT - Khozaini anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur.

SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berharap penertiban kerumunan yang berujung pada adu mulut hingga gesekan antara petugas Satgas Covid-19 dengan para pedagang itu jangan sampai terjadi di Kota Sampit. Apalagi, masalah ini sering ramai dibicarakan di media massa.

“Satgas Covid-19 hanya harus membubarkan kerumunan saja, bukan para pedagangnya atau penjual. Jangan sampai apa yang terjadi di kota-kota lain terjadi juga di Kota Sampit,” beber Khozaini, Kamis 22 Juni 2021.

Menurut dia, jika hal itu terjadi maka tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan berbagai perselisihan antara pihak pedagang atau penjual dengan Satgas Covid-19.

BACA JUGA:   Tunggakan Mencapai Rp 3 Miliar, Dewan Pertanyakan Kinerja PDAM Tirta Mentaya Sampit

“Jangan meniru kejadian-kejadian di kota lain yang akhirnya nanti tersangkut kasus hukum, kalau itu sampai terjadi kan nggak bagus juga bagi nama instansi kita di daerah ini,” kata anggota Komisi I DPRD Kotim itu.

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kotim Multazam mengungkapkan, hingga pada hari ini sebanyak 37 orang pasien Covid-19 masih dirawat, yang sembuh 23 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 2 orang.

“Pada intinya saat ini sesuai apa yang diharapkan oleh Bapak Presiden, masyarkat harus patuh akan protokol kesehatan. Saat ini masker bukan hanya sebagai hiasan saja, tapi memang saat ini yang harus terus melekat pada kita, apalagi saat ini ada temuan virus varian baru,” sebut Multazam.

BACA JUGA:   Patut Ditiru, Anggota DPRD Kotim Ini Sumbangkan Ratusan Paket Sembako ke Korban Banjir

Multazam juga mengungkap, bahwa besok Hari Jumat 23 Juni 2021 sekitar pukul 14.00 Wib Bupati Kotim Halikinnor akan melakukan pertemuan dengan para pelaku usaha mikro kecil. Pada pertemuan itu akan dilakukan pembahasan dan bagaimana pihak pemerintah akan mencoba menjembatani para pelaku usaha mikro itu.

“Banyak masyarakat yang mengeluh, khususnya para pelaku usaha mikro. Maka dari itu kita akan mencoba mendengarkan masukan mereka agar adanya usaha mikro yang kreatif dan inovatif,” demikian Multazam. (im/beritasampit.co.id).