Di Tengah Pandemi, Fintech Altenatif Pembiayaan Bagi Pelaku Usaha

Virtual : IST/BERITA SAMPIT - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Rihando saat menjadi co-host penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2021 secara virtual

PALANGKA RAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, menjadi co-host penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2021 secara virtual melalui talkshow dengan tema Solusi Pembiayaan Usaha secara Syar’i melalui Fintech, Selasa 27 Juli 2021.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Rihando mengatakan Indonesia masih mengalami kondisi pandemi COVID-19. Adanya pemberlakuan PPKM Darurat oleh Pemerintah tentunya berdampak tidak hanya pada menurunnya mobilitas masyarakat, namun juga berdampak pada kondisi perekonomian masyarakat khususnya UMKM.

“Berbagai ikhtiar terus kita lakukan dalam rangka menjaga kondisi pemulihan ekonomi Indonesia oleh berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia. Salah satu ikhtiar yang kami lakukan yaitu dengan menyelengarakan Kegiatan FESyar KTI yang akan diselengarakan dari tanggal 27 Juli sampai dengan 3 Agustus 2021,” ucapnya.

Selain itu kondisi pandemi COVID-19 masih membatasi ruang gerak kita semua, dimana kita masih dituntut untuk Work From Home (WFH). Namun di satu sisi hal tersebut, ternyata berdampak pada percepatan digitalisasi diberbagai aspek, termasuk dalam hal sistem pembayaran dan keuangan.

BACA JUGA:   Wagub: Pemangku Kepentingan Perkuat Sinergitas Hadapi Covid-19

Bank Indonesia mencatat transaksi ekonomi dan keuangan digital tumbuh tinggi seiring meningkatnya akseptasi, dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital serta akselerasi digital banking.

Nilai transaksi e-commerce pada triwulan I dan Il 2021 meningkat 63,36 persen (yoy) menjadi Rp186,75 triliun. Nilai transaksi Uang Elektronik (UE) pada triwulan I dan II 2021 meningkat 41,01 persen (yoy) mencapai Rp132,03 triliun. Begitu pula dengan transaksi digital banking pada triwulan I dan II 2021 meningkat 39,39 persen (yoy) menjadi Rp17.901,76 triliun.

“Saat ini industri keuangan terus berlomba menyajikan layanan digital, seiring terus meningkatnya preferensi masyarakat dalam hal transaksi digital. Disamping. perbankan, kehadiran perusahaan financial technology atau yang lebih dikenal dengan fintech juga terus tumbuh dan memberikan alternatif pembiayaan bagi masyarakat,” pungkasnya.

BACA JUGA:   Kemenag Kalteng Dorong Pegawai Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan tercatat pada Mei 2021 jumlah penyelenggara fintech lending di Indonesia sebanyak 127 perusahaan, yang terdiri dari fintech konvensional sebanyak 118 perusahaan, dan fintech syariah sebanyak 9 perusahaan. Adapun jumlah penyaluran pinjaman pada Mei 2021 mencapai 38.700.815 penerima, dengan nilai pinjamana mencapai Rp13,16 triliun.

Sementara itu, pinjaman fintech pada sektor produktif per Mei 2021 mencapai 53,15 persen atau sebesar Rp6,99 triliun. Hal tersebut menunjukan bahwa, fintech telah menjadi altenatif pembiayaan bagi pelaku usaha di Indonesia disamping pembiayaan, melalui perbankan.

“Kemudahan akses teknologi, dan proses yang cepat menjadi salah satu keunggulan pembiayaan melalui fintech, yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha Oleh karenanya pada kesempatan yang berbahagia ini, kami dari Bank Indonesia Kalimantan Tengah menghadirkan para narasumber untuk membahas mengenai akses pembiayaan melalui fintech bagi para pelaku usaha, khususnya fintech syariah,” jelasnya.

(Hardi/Beritasampit.co.id)