Anggota BPBD Barsel Gugur Usai Padamkan Karhutla

IST/BERITA SAMPIT - Sekretaris Daerah Barsel Eddy Purwanto saat melayat di rumah duka.

BUNTOK – Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Fahrul Faudji (48) meninggal dunia sesaat setelah menjalankan tugas pemadaman karhutla di area danau Desa Pamait Kecamatan Dusun Selatan (Dusel), tepatnya dekat Langgar Al-Ikhlas, Kamis 29 Juli 2021 sekitar pukul 14.00 WIB.

Informasi yang dihimpun di lapangan dan berdasarkan pengakuan dari keluarga korban, bahwa almarhum memang memiliki riwayat penyakit jantung sehingga kuat dugaan meninggal dunia akibat serangan jantung.

Adapun kronologi kejadian meninggalnya almarhum adalah pada saat usai melakukan tugas memadamkan karhutla, almarhum sempat beristirahat dibawah pohon sambil meminum sebotol air mineral berukuran 600 ml.

Selanjutnya, almarhum tiba-tiba berteriak kesakitan dan mengeluh sesak dan sakit di bagian dada. Melihat akan hal tersebut anggota BPBD serta semua orang yang menyaksikan berusaha memberikan pertolongan dan segera membawanya ke RSUD Jaraga Sasameh Buntok. Akan tetapi, sesampainya di rumah sakit almarhum dinyatakan sudah meninggal dunia.

Kapolsek Dusel Iptu Siranto, SH mengatakan, awalnya melihat ada laporan dari warga sekitar yang menyebutkan adanya titik api di sekitar Danau Pamait. Selanjutnya, bersama unsur BPBD setempat segera mendatangi ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan berusaha semaksimal mungkin untuk memadamkan titik api tersebut.

BACA JUGA:   Lantik 89 Pejabat, Bupati Barsel Dorong ASN Tingkatkan Kinerja

Akan tetapi lanjutnya, karena api sudah besar bahkan hingga saat ini penyebab terjadinya kebakaran tersebut belum bisa diinvestigasi, namun hanya coba memadamkan api di sekitar.

Karena tidak mampu, akhirnya seluruh Anggota ditarik mundur untuk beristirahat dan sewaktu istirahat terjadilah musibah yang menimpa Fahrul Faudji. Kata Iptu Siranto, pastinya almarhum memang mempunyai riwayat penyakit jantung.

“Perlu diketahui, almarhum juga sudah kita bawa ke RSUD Jaraga Sasameh Buntok untuk dilakukan visum dan benar bahwa almarhum terkena penyakit jantung,” bebernya.

“Terkait penyebab karhutla tersebut, saat ini pihaknya masih selidiki lebih lanjut karena api ini belum sempat kita padamkan seratus persen dan penyebabnya tetap kita selidiki lebih lanjut,” ujar Siranto.

BACA JUGA:   BPBD Barsel Sebut Debit Air Masih Normal

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Barsel Eddy Purwanto, AP. M.Si mengatakan, atas nama Bupati Barsel H. Eddy Raya Samsuri, ST serta seluruh jajaran Pemerintah Daerah mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya salah satu anggota BPBD Barsel.

“Kami mendoakan, semoga almarhum khusnul khotimah dan diterima disisi Allah SWT, di tempat yang terbaik,” katanya.

Perlu diketahui kata Eddy Purwanto, penyebab kejadian ini tidak pada saat pemadaman kebakaran hutan, akan tetapi setelah pemadaman dimana pada saat istirahat almarhum mengalami sesak di bagian dada.

“Selanjutnya, almarhum langsung dievakuasi menuju ke RSUD Jaraga Sasameh Buntok untuk dilakukan penanganan dan Allah SWT sudah berkehendak lain dan almarhum telah mendahului kita,” terangnya.

Atas kejadian ini Eddy Purwanto tetap berharap kepada seluruh rekan-rekan anggota BPBD Barsel tetap semangat untuk melaksanakan tugas. “Jadikanlah ini, apa yang telah kita lakukan Insya Allah adalah berkah untuk kita semua,” tutup Eddy Purwanto. (Ded/beritasampit.co.id)