Tim Puslabfor Mabes Polri Selidiki Kebakaran Pertokoan di Sampit

IST/BERITA SAMPIT - Kapolsek Ketapang AKP. Samsul Bahri, saat mencek lokasi kebakaran.

SAMPIT – Untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab kerjadinya kebakaran yang menghanguskan 3 gudang milik 3 ruko yakni Mega Jaya, AMT Colelection dan Niaga Jaya, yang menjual aksesoris, plastik, sepatu, sendal, kain, karpet dan tas, pada Rabu 28 Juli 2021 siang kemarin.

Kepolisian Resor Kotawaringin Timur, selain menerjunkan tim identifikasi serta Satuan Reskrim, ternyata juga melibatkan dari tim Pusat Laboraterium Forensik (Puslabfor) dari Mabes Polri.

“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Sat Reskrim Polres Kotim serta Identifikasi sambil menunggu Tim Puslabfor Mabes Polri,”kata Kapolres Kotim AKBP. Abdoel Harris Jakin, melalui Kapolsek Ketapang AKP. Samsul Bahri, Kamis 29 Juli 2021.

BACA JUGA:   Kejari Sukamara Tahan BD Terkait Dana Hibah Pilkada
IST/BERITA SAMPIT – Sisa puing bangunan gudang yang terbakar di sekitar kawasan pertokoan PPM Sampit.

Sementara itu, untuk kronologis terjadinya kebakaran, berdasarkan keterangan Amah (27) salah satu saksi yang melihat awal kejadian mengungkapkan, saat itu dirinya kebelakang toko untuk mengambil sepatu di gudang toko AMT Colelection, tiba-tiba Ia mendengar suara air mengalir dari pipa yang bocor.

“Saat ingin mencari aliran air yang keluar, saksi 1 ini melihat ke arah atas dan kaget melihat sudah ada kepulan asap dan langsung berteriak “kebakaran ” setelah itu para karyawan berlari keluar toko untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar,”kata Samsul.

Api dapat dipadamkan kurang lebih selama sekitar 1 jam 30 menit oleh warga bersama petugas Damkar Kabupaten Kotim dengan menggunakan 5 unit truck pemadam kebakaran milik Pemkab Kotim.

BACA JUGA:   Diabaikan, Berita Acara Koperasi PHL Hanya Diarsipkan Dinas Koperasi dan UMKM Kotim

Dari peristiwa itu, sebanyak 3 gudang toko yang terbuat dari kayu dan beratapkan seng dengan ukuran bangunan masing-masing sekitar 4 X 8 meter beserta isinya ludes terbakar.

“Hasil dari keterangan Saksi bahwa kebakaran gudang belakang toko berawal dari belakang/dapur tempat jualan warung makan, namun penyelidikan dari Sat Reskrim Polres Kotim serta Identifikasi menunggu dari Tim Puslabfor Mabes Polri,”ujarnya

“Para pemilik toko sampai saat ini belum bisa memberikan keterangan karena alasan masih shock dan sibuk untuk mengurus barang yang terbakar, dan kerugian masing-masing belum bisa di perkirakan saat ini,” tutupnya.

(Cha/beeitasampit.co.id)