Satgas Desa Pelangsian Rutin Monitoring Kapal Masuk TUKS

ILHAM/BERITA SAMPIT - Kepala Desa Pelangsian berada di depan Ruang Isolasi Mandiri yang disiapkan pihak kantor desa, Selasa 3 Agustus 2021.

SAMPIT – Satuan Tugas PPKM Desa Pelangsian Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, selalu siaga dan rutin monitoring kapal luar daerah yang datang melakukan bongkar muat di pelabuhan yang ada di desa tersebut. Tujuannya, untuk mencegah penularan Covid-19 yang masuk dari luar daerah, khususnya melalui Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).

“Setiap mau aktivitas bongkar muat kapal di TUSK, tim Satgas PPKM Desa selalu melakukan pemantauan. Saat sandar mereka juga wajib memiliki surat kesehatan pelabuhan yang dilampirkan,” kata Kepala Desa Pelangsian Ismail, Selasa 3 Agustus 2021.

BACA JUGA:   Siswa Sempoa Sampit Optimis Rebut Juara di Olimpiade Aritmatika Online Tingkat Nasional

Desa Pelangsian sendiri memiliki dua TUKS yang aktif melakukan bongkar muat barang, yakni milik PT. PUNDI dan juga H. Bahtiar. Setidaknya dengan kegiatan rutin monitoring terhadap kedatangan kapal, pencegahan masuknya virus corona di Kota Sampit bisa ditekan.

Selain itu, upaya mencegah penyebaran virus corona ini bukan hanya difokuskan pada TUKS. Namun pihak Satgas PPKM Desa Pelangsian, juga rutin melakukan monitoring di wilayah pemukiman dan pasar.

BACA JUGA:   Semarak HUT ke 34, STIH Habaring Hurung Sampit Gelar Baksos

Bahkan dalam satu bulan sekali pasar Pelangsian yang dipergunakan satu minggu sekali oleh pedagang dadakan itu, dilakukan penyemprotan disinfektan oleh petugas.

“Meski di wilayah kita ini masuk zona hijau dan minim masyarakatnya yang terpapar. Kita tetap waspada dan mengantisipasi dengan menyediakan ruang isolasi mandiri di kantor desa, Kantor PPKM dan juga pos jaga penanganan Covid,” pungkasnya. (Cha/beritasampit.co.id).