Apel Siaga Karhutla di Kobar Disambut Hujan

Man/BERITA SAMPIT : Bupati Hj.Nurhidayah dan Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah, bersama Unsur Forkompinda Koba, saat membuka Apel Karhutla 2021, di Stadion Sampuraga Pangkalan Bun.

PANGKALAN BUN – Apel Siaga Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kotawaringin Barat (Kobar) disambut guyuran hujan.

“Waktu acara gelar apel yang sama tahun 2020, juga sama disambut guyuran hujan. Sekarang juga ( tahun 2021.red ) sama disambut guyuran hujan lebat, Alhamdullilah mudah-mudahan saja Karhutla jangan terulang lagi seperti tahun 2015-2016,” kata sejumlah anggota pasukan apel di lapangan.

Apel Siaga Karhutla dan mengecek sarana dan prasarana penunjang dalam penanganan Karhutla digelar Bupati Kobar H Nurhidayah dan Wakil Bupati Ahmadi Riansyah, bersama Unsur Forkompinda Kobar, di Stadion Sampuraga Pangkalan Bun, Kamis 12 Agustus 2021, dalam rangka menghadapi musim kemarau 2021.

BACA JUGA:   Sambut Baik PTM, Bunda PAUD Kobar Ingatkan Prokes

“Bagi kita Karhutla itu telah menjadi momok, akan tetapi dengan digelarnya apel siaga Karhutla ini, yang melibatkan personil maupun faktor penunjang, kita sudah siap untuk menghadapi Kerhutla,” kata Bupati.

Menurut Bupati, bencana Karhutla di Kobar tidak banyak meluas karena terbantukan dengan curah hujan yang masih cukup dan berpotensi.

“Mudah-mudahan dengan kondisi ini juga sangat membantu kita apalagi di kondisi saat ini kita juga sedang menghadapi satu kebencanaan non alam Covid-19, harapan kita tentunya dengan kesiapsiagaan ini semua personil maupun Sapras kita dapat menanggulangi masalah Karhutla di Kobar”, ujar Bupati.

BACA JUGA:   HUT ke-20, Ini Harapan Demokrat Kobar

Ditambahkannya, bahwa hotspot di Kobar sampai Agustus ini ada 62 hotspot kemudian kejadian kebakaran ada 33 kali dan luas yang terdapat kurang lebih 404 hektar . Yang berpotensi rawan terhadap Karhutla rutin setiap tahun yaitu di daerah Raja Seberang Kecamatan Arsel, Kecamatan Kotawaringin Lama, dan Kumai terutama di TNTP.

“Saya berharap, kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan dan khususnya kepada kelompok tani/ masyarakat dilarang membuka lahan dengan cara membakar, gunakan teknologi baru untuk mengolah lahan yang telah diberikan pemerintah, melalui Dinas pertanian,” pungkas Bupati.

(man/beritasampit.co.id).