Di tengah Pandemi, Jual Olahan Ikan Secara Online Hasilnya Menjanjikan

Hardi/BERITA SAMPIT - Ketua Perkumpulan Pramesti Malima Energi Fokus Sejahtera (PMEFS), Aqidah Wahyuni

PALANGKA RAYA – Di tengah pandemi Covid-19 juga mendorong perubahan perilaku masyarakat mengadopsi teknologi untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Akibatnya para pelaku usaha dituntut melek teknologi.

Hal ini yang dilakukan Perkumpulan Pramesti Malima Energi Fokus Sejahtera (PMEFS) yang merupakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dibidang pengolahan makan jenis ikan yang melakukan terobosan untuk melakukan jual beli melalui online.

Ketua PMEFS Aqidah Wahyuni menjelaskan situasi pandemi seperti saat ini mendorong perilaku penjual dan pembeli berubah. Selain kebijakan PPKM maupun protokol kesehatan membuat para pelaku usaha harus mampu membuat terobosan. Dia mengatakan pihaknya sudah melakukan pemasaran secara online sejak awal Januari 2021.

BACA JUGA:   DPRD Bersama Pemkot bahas Program Pemulihan Ekonomi di Palangka Raya

“Untuk penjualan secara online di masa pandemi saat ini sudah cukup bagus meningkat, dalam sebulan kami bisa meraih untuk sebanyak Rp 4.000.000. Untuk penjualannya kami melakukan di marketplace seperti Tokopedia dan Shoppe sedangkan untuk sosial media kami menggunakan facebook dan Instagram,” ucapnya, Senin 16 Agustus 2021.

Produk olahan dari bahan baku ikan ini pun disulap dengan berbagai bentuk varian yang menggoda para penikmat ikan. Jenis produk yang disajikan seperti abon dengan varian rasa, dendeng Patin, untuk frozen food pun berhasil memikat para pembeli.

BACA JUGA:   Bantu Pemerintah, BEM SI Wilayah Kalteng-Barat Gelar Vaksinasi

Selain inovasi tersebut, produk olahan dari ikan ini juga dibuatkan bakso, empek empek, nuget, otak-otak yang tentunya kebersihan dan kesehatanya sudah tidak diragukan lagi. Mengenai harga juga terbilang terjangkau berkisar dari Rp 15.000 – Rp 60.000

“Untuk bahan baku ikan kami ada supplier dari Palangka Raya, untuk ikan yang digunakan seperti ikan Gabus, dan Ikan Patin. Untuk perproduksi, kita bisa menghabiskan sekitar 20 kilo ikan,” pungkasnya.

PMEFS ini juga merupakan binaan dari Dinas Perikanan Kota Palangka Raya sejak tahun 2016 sampai sekarang dan binaan dari Bank Indonesia dari 2017 sampai sekarang.

(Hardi/Beritasampit.co.id)