Perluasan Bandara H. Asan Harus Segera Tuntas Untuk Menarik Maskapai Baru

IM/BERITA SAMPIT - Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, M. Kurniawan Anwar.

SAMPIT – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), M. Kurniawan Anwar menyampaikan bahwa saat ini perluasan dan perpanjangan landasan Bandara H. Asan Sampit harus dituntaskan sesegera mungkin.

”Perluasan Bandara H. Asan Sampit harus disegerakan, perluasan itu tentunya nanti akan bisa menarik minat maskapai baru yang akan membuka jalur penerbangan dari dan ke Sampit,” ungkap M. Kurniawan Anwar, Kamis 19 Agustus 2021.

Tentunya bukan hanya agar menambah masuknya maskapai baru, jika proses perluasan dan perpanjangan landasan dilakukan juga dalam rangka memberikan pemulihan ekonomi Kotim kedepan. Maka salah satu jalur transportasi unggulan warga Kotim yaitu jalur udara, harus sudah dimaksimalkan.

BACA JUGA:   Terkait Alat Berat Yang Diserahkan ke Kecamatan, Pemkab Kotim Diminta Perjelas Ketentuan Pengelolaannya

“Area yang dibutuhkan untuk tahap pengembangan awal sekitar 5 hektare yang berfokus untuk menambah landasan pacu. Dengan dipercepatkan penambahan landasan pacu, tentu akan menarik pihak maskapai untuk banyak melayani penerbangan di Bandara H. Asan Sampit,” sebut pria yang akrab disapa Anwar itu.

Selain itu, menurut Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, sudah tentu dengan pengembangan itu harga dan pelayanan akan semakin kompetitif dan juga akan berdampak positif bagi masyarakat yang akan menggunakan jalur udara.

BACA JUGA:   DPRD Kotim Minta Pemkab Tingkatkan Pembangunan Jalan di Wilayah Utara

Bandar udara sendiri memiliki peran simpul dalam jaringan transportasi udara yang digambarkan sebagai titik lokasi bandar udara yang menjadi pertemuan beberapa jaringan dan rute penerbangan sesuai hierarki bandar udara.

Bandara juga merupakan sebagai pintu gerbang kegiatan perekonomian dalam upaya pemerataan pembangunan, pertumbuhan dan stabilitas ekonomi serta keselarasan pembangunan nasional dan pembangunan daerah yang digambarkan sebagai lokasi dan wilayah di sekitar bandar udara yang menjadi pintu masuk dan keluar kegiatan perekonomian. (im/beritasampit.co.id).