Setiap 10 Muharam Warga Sampit Sajikan Bubur Asyura

ILHAM/BERITA SAMPIT - Proses pembuatan bubur asyura oleh keluarga Idar dan warga jalan Juanda Sampit, Kamis 19 Agustus 2021.

SAMPIT – Sudah menjadi tradisi warga di sejumlah wilayah Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, setiap tahun memasuki 10 Muharam membuat bubur asyura. Rasa khas dengan aneka macam rempah menjadikan bubur tersebut selalu menjadi rebutan warga, mereka rela mengantre demi mendapatkannya.

Salah satunya sajian bubur asyura yang dilakukan secara sukarela oleh keluarga Idar (55) serta warga jalan Juanda Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kamis 19 Agustus 2021.

Membuat bubur asyura bukan hal yang asing lagi bagi Idar dan istrinya, karena sudah hampir 15 tahun lebih keluarga ini membuat bubur tersebut setiap memasuki tahun Muharram.

“Setiap tahun kami membuat bubur ini, dan biasanya memang tepat pada 10 Muharam. Biar banyak warga yang menikmatinya, biasanya kami mengolah sebanyak 80 kilogram beras, dan Alhamdulillah banyak warga yang menyukai bubur yang kami olah ini,” ungkap Idar.

BACA JUGA:   Dewan Minta PDAM Tirta Mentaya Sampit Sosialisasikan Tarif Baru

Ia mengungkapkan, cara pembuatan bubur tersebut memang terbilang cukup memakan waktu. Selain itu untuk bahan pembuatannya sendiri juga sangat istimewa, yang mana banyak bahan serta rempah-rempah yang dicampurkan, diantaranya beras, bawang merah, bawang putih, kapulaga, merica, dan bahan rempah lainnya.

Kemudian, agar rasa bubur tersebut lebih legit, biasannya ditambahkan dengan kaldu ayam atau daging sapi, margarin dan santan kelapa. Untuk memperkaya rasa pada bubur, tidak lupa mereka juga mencampurkan sayur mayur, daging sapi dan ayam, dengan 80 kilogram beras, biasanya daging yang dicampur sebanyak 10 kilogram dan ayam sebanyak 25 kilogram ayam kampung dan 30 kilogram ayam potong.

“Sambil kita aduk-aduk, bahan dimasukan satu persatu. Apinya juga harus besar biar beras cepat hancur dan menjadi bubur,” katanya.

BACA JUGA:   Resky Gustiandi Nyatakan Diri Maju jadi Ketua KNPI Kotim

Memang diakui Idar, tahun 2021 ini dirinya cukup beruntung, meski ditengah pandemi masih banyak dermawan yang membantu dirinya, baik itu dari pendanaan, bahan maupun barang untuk memasak yang dibutuhkan.

“Saya bersyukur, setiap tahun mendapat bantuan secara sukarela warga yang ingin berbagi membuat bubur ini,” ucapnya.

Setelah hampir dua jam lebih lamanya akhirnya proses pengolahan bubur selesai, warga yang sudah lama mengantre secara bergantian menyerahkan tempat makanan yang mereka bawa dari rumah, tidak sampai satu jam lamanya, bubur yang diolah begitu banyaknya habis tak bersisa.

“Silaturahmi ini yang kami cari, melihat warga, teman dan kerabat bahagia menikmati bubur ini, kamipun juga cukup puas dan bahagia. Tradisi ini akan kami jaga terus setiap tahun untuk bisa berbagi bersama masyarakat,” demikian Idar. (Cha/beritasampit.co.id).