Slogan Sampit Terang Masih Belum Greget, Bundaran Balanga Minim Cahaya

BUNDARAN : (ZR/BERITA SAMPIT) - Bundarang Balanga yang berada di Jalan Jendral Sudirman Km 3,2 Sampit, terlihat gelap pada malam hari.

SAMPIT – Kota Sampit sebagai Ibukota kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) selalu menjadi barometer kemajuan di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi setiap pimpinan daerah ini untuk terus melakukan trobosan diberbagai sektor pembangunan dan menggenjot berbagai kekurangan dari kota ini hingga terus menjadi tolak ukur bagi daerah lainnya.

Bupati Kotim Halikinnor sejak dilantik 26 Februari 2021 lalu, sepertinya telah memetakan banyak hal dan akan dikerjakan sebagai bagian dari program kerja dalam kepemimpinannya.

Salah satu yg sering disampaikannya adalah mewujudkan Kotim, khususnya kota Sampit terang. Namun slogan Kotim Terang atau Sampit Terang sepertinya belum menjadi semangat bersama.

Pada awalnya menjelang 100 hari kerja pasangan Halikinnor dan Irawati (Harati), dimulai dengan mendorong kantor atau instansi pemerintah untuk menambah penerangan lampu agar pada malam hari terlihat kota Sampit menjadi terang.

Namun, hal itu tidak berlangsung lama. Banyak kantor kembali ke kondisi asal atau terlihat remang-remang bahkan gelap. Ada juga  jaringan instalasi lampu yang tidak terawat hingga gelap sebagian.

BACA JUGA:   Sepasang Induk dan Anak Orang Utan di Desa Bapanggang Kotim Berhasil Dievakuasi BKSDA

Pada fasilitas publik yang menjadi identitas atau simbol-simbol kota Sampit, seperti beberapa bundaran, juga masih perlu mendapatkan perhatian. Jaringan lampu yang terpasang belum mendukung slogan Kotim Terang dan Sampit Terang. Banyak ditemukan padam atau nyala sebagian.

Bundaran Balanga di Jalan Jendral Sudirman Km 3,2 Sampit, pada sore hari.

Seperti yang dituturkan Maryudin, salah satu Pedagang Kaki Lima (PKL) di Bundaran Balanga Jalan Sudirman Sampit,

Dirinya berharap, penerangan di Bundaran Balanga mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Sebab bundaran yang berada tiga kilometer dari kota Sampit ini merupakan pintu gerbang saat memasuki kota dan akan terlihat indah pada malam hari bila didukung lampu yang memadai.

Maryudin menambahkan, dengan memoles bundara tersebut dengan cahaya lampu yang memadai tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri bahkan bisa menjadi penanda wajah kota Sampit, karena posisinya yang berada di pintu masuk kota.

“Pada malam hari, Bundaran ini sebenarnya diminati warga untuk bersantai. Karena lampu kurang dan terkadang gelap total jadinya orang tidak berani berlama-lama disini,” katanya, saat dibincangi beritasampit.co.id, Kamis 19 Agustus 2021.

BACA JUGA:   BGA Region Pundu Latih Pelaku UMKM

Disisi lain, bagi warga yang mencari rejeki dengan berjualan disekitar bundaran tersebut tentunya akan terbantu dengan lampu bundaran menyala dan terang, bahkan warga yang akan bersantai dikawasan tersebut akan lebih banyak karena ada daya tarik tersendiri ditambah dengan latar Masjid Raya disebelah barat yang menjadi salah satu ikon kota Sampit itu.

Menurutnya, tidak hanya warga kota Sampit, bahkan beberapa warga dari luar Kotim yang melintas di bundaran tersebut rela berhenti sejenak dan parkir untuk mengabadikan momen Bundaran Belanga yang indah saat malam hari dengan mengambil foto atau berswafoto.

“Kalau terang dan tertata seperti yang diharapkan bapak Bupati itu bisa terwujud, maka pada  malam hari suasana disini akan ramai dikunjungi warga. Tapi sekarang gelap dan hasil foto dengan latar bundaran yang gelap ya jadi susah. Baru terlihat bundarannya apabila ada cahaya lampu kendaraan yang lewat,” tutupnya.

(ZR/beritasampit.co.id)