Kadis PMD Kobar: Kunci Percepatan Pembangunan Adalah Kolaborasi Pentahelix

IST/BERITA SAMPIT - Ibu-Ibu yang tergabung di Komunitas Adat Sungai Batu setelah berladang, istirahat sambil menikmati semilir angin.

PANGKALAN BUN – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Yudhi Hudaya mengatakan, prinsipnya saat ini yang dibutuhkan bukan sekedar pembangunan desa, tapi juga percepatan pembangunan dan keberdayaan ekonomi desa.

“Karena itu menurut hemat kami kunci dari percepatan pembangunan, khususnya pembangunan desa adalah kolaborasi, khususnya kolaborasi pentahelix melibatkan akademisi, dunia usaha, komunitas, pemerintah baik daerah maupun desa, dan juga keterlibatan media online atau cetak dan elektronik,” kata Yudhi Hudaya, Sabtu 21 Agustus 2021.

BACA JUGA:   Peserta UKW di Pangkalan Bun Dapat Pelayanan Berbeda, Apa Ya?

Progam Dinas PMD Kabupaten Kobar sendiri, lanjut Yudhi, siap mendorong penuh pengembangan komoditi (termasuk wisata) yang berbasis kearifan lokal dan komunitas, khususnya komunitas masyarakat adat setempat (lokal).

“Karena berbagai komunitas berbasis kearifan lokal kini di Kabupaten Kobar sudah berkembang baik, seperti halnya komunitas Adat Sungai Batu sudah berladang tanpa bakar hampir lima tahun, pasca kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat pada 2015. Sekarang dimasa pandemi Covid-19, komunitas adat sungai batu masih bertahan dan bisa diandalkan,” ujar Yudhi.

BACA JUGA:   Kasus Covid-19 di Kobar Tinggal 1 Orang, Bupati: Masyarakat Jangan Terlalu Euforia Berlebihan

Yudhi sangat mengharapkan kegiatan berladang Komunitas Adat Sungai Batu bisa ditiru oleh desa-desa lainnya di Kabupaten Kobar. “Dan harapan lainnya, Pemerintah Desa dapat terus menerus melakukan pembinaan dan perkuatan komunitas masyarakat adat di desa sekaligus juga mendorong produktifitas komunitas yang berbasis kearifan lokal desanya masing-masing,” pungkas Yudhi. (Man/beritasampit.co.id).