Jumlah Pengangguran di Kotim Semakin Meningkat

SAMPIT – Dalam kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia banyak sekali dampak yang ditimbulkan, terutama di sektor perekonomian. Pengangguran contohnya, dengan semakin meluasnya Covid-19 di Indonesia sampai saat ini maka pengangguran akan semakin meningkat.

Hal ini disebabkan oleh banyaknya para pekerja yang di PHK dan dirumahkan, sehingga hal ini membatasi masyarakat untuk bekerja. Khususnya di Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sendiri jumlah pencari kerja saat ini mencapai 1000 lebih jiwa.

“Pengangguran yang ada di Kotawaringin Timur terbilang cukup banyak ya, tahun ini ada sekitar 1000 lebih orang yang belum diterima bekerja, itu pun yang terdaftar di kartu kuning Disnakertrans, belum lagi yang melamar kerja secara mandiri. Dalam sehari ada sekitar 10 orang yang mendaftar kartu kuning (AK1),” ujar Rahmad Dilaga Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kotim, Rabu 25 Agustus 2021.

BACA JUGA:   Dinsos Kotim Salurkan 2880 Paket Sembako ke Kecamatan Mentaya Hulu

Meskipun sebelumnya pemerintah sempat melarang masyarakat untuk keluar rumah, dan melakukan sosial distancing, hal ini tidak menghalangi niat para pencari kerja. Kebutuhan ekonomi mendorong mereka untuk tetap mencari pekerjaan di kondisi mewabahnya Covid-19.

“Sekarang mencari pekerjaan semakin susah, saya sudah menyerahkan surat lamaran di beberapa perusahaan swasta yang ada di Sampit, tapi sampai saat ini saya belum juga dipanggil, teman-teman saya juga banyak yang pengganguran, bahkan dia di PHK oleh perusahaan tempat dia bekerja sebelumnya,” ujar Sukrina salah satu pencari kerja di Kotim.

BACA JUGA:   Pertumbuhan Ekonomi di Kotim Ditargetkan Bisa Melebihi Nasional

Untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, katanya mereka tidak berhenti berusaha untuk mendapatkan pekerjaan, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan mencuci tangan ketika ingin masuk ke kantor atau perusahaan yang dilamar. (ZR/beritasampit.co.id).