Pemkab Kotim Kirim Bantuan dan Dirikan Dapur Umum Untuk Korban Banjir Wilayah Utara

RUMAH TENGGELAM : IST/BERITA SAMPIT - Warga Desa di wilayah Kecamatan Bukit Santuai, Kotim, Kalteng, berfoto di salah satu rumah yang tenggelam.

SAMPIT – Sejak beberapa hari khususnya wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Tengah), dilanda banjir. Ada Ratusan rumah warga desa yang sudah tenggelam bahkan hingga sekarang air belum juga menunjukan ada penurunan.

Wilayah utara terdapat beberapa kecamatan yang sedang diterjang banjir misalnya, Kecamatan Tualan Hulu, Kecamatan Mentaya Hulu, Kecamatan Telaga Antang, Kecamatan Antang Kalang, Kecamatan Bukit Santuai dan Kecamatan Parenggean.

Hingga kini, rumah warga yang benar-benar tenggelam sebagian ada yang sudah dievakuasi ke dataran yang lebih tinggi dan ditempatkan di tempat keluarga. Bahkan, ada yang ditempatkan di posko-posko yang ada di wilayahnya masing-masing.

BACA JUGA:   Pemasok Sabu ke Garong Sawit Diringkus Polisi

“Kami sudah instruksikan kepada kepala dinas terkait termasuk pemerintah kecamatan dan desa, untuk menyalurkan bantuan dan mendirikan dapur umum, serta mengevakuasi warga ke dataran yang lebih tinggi,” ujar Bupati Kotim Halikinnor, Senin 30 Agustus 2021.

Halikin menyebutkan, sebelumnya sudah ada penyaluran bantuan kepada warga yang terdampak banjir terutama bantuan dari beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Selanjutnya, kata dia, Pemkab Kotim juga telah mempersiapkan bantuan yang sudah disalurkan terhitung sejak 27 Agustus 2021, melalui para kepala dinas.

BACA JUGA:   Kelompok Diwil Cs Laporkan Perusakan Pondok dan Portal ke Polres Kotim

“Mengenai kapan banjir bisa ditanggulangi, kami tidak bisa memprakirakan. Apabila curah hujan cukup tinggi maka air tetap akan naik karena faktor alam. Yang bisa kami lakukan saat ini menyelamat warga, mendirikan dapur umum dan salurkan bantuan,” tegas mantan Sekda Kotim ini.

Sekadar diketahui, hingga kini curah hujan di Kotim masih tinggi dan tidak hanya terjadi di wilayah utara bahkan termasuk di Kota Sampit.

Namun, di wilayah perkotaan ini tidak banyak terdampak dikarenakan drainase, skunder dan anak sungai sebelumnya sudah dibersihkan oleh para petugas. (ifin/beritasampit.co.id).