PTM Terbatas di Sekolah, Begini Harapan Orang Tua dan Siswa

BERJALAN: IST/BERITA SAMPIT - Dua orang siswa saat memasuki gerbang sekolah untuk mengikuti simulasi PTM terbatas di SMPN 2 Muara Teweh, Senin, 30 Agustus 2021.

MUARA TEWEH – Sekolah dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Barito Utara, melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka secara terbatas.

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas itu usai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 yang sebelumnya dari level 4 di Kabupaten Barito Utara sesuai Surat Keputusan Bupati Nomor: 188.45/318/2021.

Menurut Yurianto orang tua salah satu siswa di SMPN 2 Muara Teweh, bahwa pembelajaran tatap muka terbatas yang dilakukan sekolah saat ini sangat baik dan efektif.

“Tatap muka di sekolah ini sangat bagus, karena pembelajaran sangat baik. Kalau belajar di rumah kurang efektif. Saya berharap semoga bisa berlanjut tatap mukanya dan Covid-19 ini cepat berakhir,” kata Yurianto saat mengantarkan anaknya ke sekolah, Senin, 30 Agustus 2021.

BACA JUGA:   Pemkab Barito Utara Diminta Telaah Tiga Segmen Tata Batas dengan Kalimantan Timur

Hal senada disampaikan Aisya Naila Humairo siswi SMPN 2 Muara Teweh, menurutnya belajar online juga kurang efektif. Kendati demikian dia mengaku senang bisa dapat turun ke sekolah.

“Kalau belajar online di rumah kurang efektif, ada yang tidak mengerjakan tugas, ada yang tidak punya Hp. Jadi kalau tatap muka lebih efektif karena langsung ketemu sama guru dan interaksi dengan guru. Semoga tatap muka terus, kalau kembali online rasanya kayak malas kayak gitu,” kata Nayla sambil tersenyum.

Sementara Apualudin Kepala Sekolah SMPN 2 Muara Teweh mengatakan, saat ini pembelajaran tatap muka yang diselenggarakan di sekolahnya masih tahap simulasi terbatas.

“Untuk sementara masih simulasi, sambil menunggu surat gugus tugas Covid-19, baru kami melaksanakan PTM terbatas. Jadi dengan Prokes yang ketat. Saat ini masih simulasi baru 30 persen, sambil menunggu surat tim Satgas Covid-19 Kabupaten baru kami melaksanakan yang 50 persen itu,” ungkap Apualudin.

BACA JUGA:   Begini 4 Sasaran Operasi Patuh Telabang Satlantas Polres Barut

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara Ardian menyampaikan, PTM di tingkat sekolah dari TK, Paud, SD dan SMP itu masih tahap simulasi, melalui proses apakah orang tua siswa mengizinkan atau tidak anaknya tatap muka disampaikan melalui rapat Komite Sekolah. Selanjutnya diusulkan ke Dinas Pendidikan, usulan tersebut disampaikan kepada Tim Satgas Covid-19.

“Setelah diusulkan ke Tim Satgas Covid-19 dan mendapatkan surat tersebut maka dilakukan peninjauan kepada sekolah-sekolah yang mengusulkan PTM jika sudah memenuhi Prokes oleh Tim Satgas Covid-19 maka akan bisa dilanjutkan tatap muka terbatas,” jelas Ardian. (ISK/beritasampit.co.id).