Harga Emas Perhiasan di Sampit Stabil Rp850.000 Per Gram untuk Kadar 24 Karat

PERHIASAN-Situasi transaksi jual beli emas perhiasan di Pusat Perbelanjaan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.(JUN/BERITA SAMPIT)

SAMPIT- Memasuki bulan September, harga emas perhiasan di sejumlah toko emas di Pusat Perbelanjaan Mentaya Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur(Kotim) berada dikisaran Rp850.000 per gram untuk kadar 24 karat.

Menurut pedagang emas perhiasan setempat, harga ini sama dengan harga pada bulan lalu, demikian dengan harga emas dengan kadar dibawahnya seperti emas 18 karat, 16 karat, 9 dan 8 karat yang bertahan pada harga lama.

“Harganya cukup stabil meski pekan kemarin sempat naik, tapi berapa saat kemudian turun ke harga semula. Harga ini sama dengan harga pada awal Agustus, bahkan pada bulan Juli lalu,” kata H Sani, pemilik toko emas Mitra Baru di Sampit, Rabu 1 September 2021.

Saat ini, lanjut Sani, emas 24 karat (emas 999/amerika) berada dikisaran Rp850.000 per gram, emas 18 karat (emas 750/putih) berada dilevel Rp730.000, sedangkan untuk emas kadar 16 karat (emas 700/singapur) dipatok Rp660.000.

BACA JUGA:   Seorang Nelayan Beserta Pemilik Sabu-Sabu di Kotim Berhasil Diringkus

Selanjutnya untuk emas kadar 9 karat (emas jenis 420) dan 8 karat (emas jenis 375), masing-masing dijual dengan harga Rp420.000 dan Rp400.000.

Diakui Sani, fluktuasi harga emas di pasaran tidak menyurutkan minat warga terhadap logam mulia ini. Sebab selain datang langsung ke tokonya, kebanyakan pembeli memesan via online disebabkan adanya PPKM akibat penyebaran virus corona yang masih tinggi.

Pemesan melalui online bukan saja dari dalam kota, tetapi juga dari luar kota, bahkan Kabupaten lainnya. Untuk pesanan dalam kota akan diantar langsung atau bebas ongkos kirim, sedangkan pesanan diluar kota diantar via kurir atau aplikasi belanja online.

BACA JUGA:   Kecamatan MB Ketapang Juara 1 Lomba Inovasi Produk Unggulan UMKM

“Pembeli tidak hanya yang datang ke toko, tetapi banyak pelanggan yang order melalui online khususnya untuk perhiasan dengan model terbaru. Setelah dipajang di media sosial intagram atau aplikasi belanja online, beberapa hari kemudian baru dipajang di toko,” ucapnya.

Sementara, Helen, warga Sampit, mengatakan memilih menjual perhiasan emas, meski dirinya sedikit merugi, karena dibeli saat harga emas masih cukup mahal beberapa waktu lalu.

“mumpung harganya belum jatuh, ya kami jual. Maklumlah untuk memenuhi keperluan anak-anak sekolah dan kebutuhan sehari-hari. Sekarang sudah PTM pastinya banyak keperluan sekolah anak-anak yang harus disiapkan dananya,” katanya.

(jun/beritasampit.co.id)