Puluhan Desa di Kotim Dinilai Angka Stunting Masih Tinggi

MEETING ZOOM : ARIFIN/BERITA SAMPIT - Plt Camat Pulau Hanaut Sufiansyah saat mengikuti meeting zoom online tentang "rembuk stunting" di ruang kerjanya.

SAMPIT – Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), mencatat ada sekitar 29 desa yang dinilai masih terdapat anak yang mengalami stunting dengan jumlah angka tinggi terhitung sejak 2019-2021.

Hal itu disampaikan Kepala Bappelitbangda Kotim Ramadhan pada saat melaporkan kegiatan “rembuk stunting” melalui meeting zoom online dan offline di Aula Sei Mentaya Kantor Bappelitbangda, Rabu 1 September 2021.

“Ada 29 desa yang saat ini data anak yang mengalami stunting bahkan jumlahnya masih tinggi,” ujarnya di hadapan Bupati Kotim Halikinnor beserta tamu undangan lainnya yang hadir di acara rembuk stunting.

BACA JUGA:   Alami Defisit, Berikut Usulan Anggaran dari Setiap Komisi DPRD Kotim

Untuk menurunkan angka stunting terutama di tingkat desa, kata Ramadhan, diperlukan adanya kerja sama baik melalui Kantor Urusan Agama (KUA), Puskesmas, Posyandu, Polindes, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh wanita maupun tokoh pemuda.

Dijelaskannya, kerja sama yang dimaksudkan itu dalam bentuk mengedukasikan kepada masyarakat, ibu hamil dan balita tentang stunting. Selain itu, mengadakan berbagai lomba dengan mengedepankan kearifan lokal agar masyarakat memahami bagaimana mencegah anak stunting.

“Misalnya, KUA bisa mengadakan penyuluhan terkait stunting kepada calon penganten, Pemdes menyosialisasikan kepada warga desanya masing-masing, dan bidang kesehatan memberikan penyuluhan kepada ibu hamil, balita dan remaja usia produktif,” saran mantan Sekcam Baamang ini.

BACA JUGA:   Portal Jalan PT. MJSP, Lumban Gaol : Masyarakat Jenuh dengan Janji-janji

Dia menambahkan, menurunkan angka stunting tidak hanya dibebankan kepada Pemkab Kotim bahkan melibatkan seluruh Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD), perusahaan perkebunan kelapa sawit dan perusahaan pertambangan.

“Melalui ikrar komitmen bersama ini yang ditandatangani seluruh SOPD, perusahaan swasta dan instansi terkait lainnya diharapkan kedepannya angka stunting di Kotim turun,” pungkasnya. (ifin/beritasampit.co.id).