PLN Targetkan SUTT 150 kV Yang Melintasi Wilayah Kalteng-Kalbar Beroperasi 2022

Survei lapangan untuk pembangunan Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) yang melintasi wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat dan Kabupaten Sukamara Kalimantan Tengah.//Ist-ANTARA/handout_PLN;

PALANGKA RAYA – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero menargetkan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) yang melintasi wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat dan Kabupaten Sukamara Kalimantan Tengah ditargetkan beroperasi pada 2022.

Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP Kalimantan Bagian Barat, Faruq Suyuthi, mengatakan interkoneksi kelistrikan akan dapat membantu evakuasi daya dari Kalimantan Tengah ke Kalimantan Barat dan sebaliknya, sehingga kelistrikan di kedua provinsi dapat menjadi lebih baik.

“Nantinya jalur transmisi ini akan menghubungkan sistem kelistrikan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah,” kata Faruq Suyuthi melalui pernyataan yang diterima di Palangka Raya, Jumat 3 September 2021.

BACA JUGA:   Ivo Optimis Ekonomi Kreatif Kalteng Bisa Bangkit

Saat ini proses pembangunan SUTT tersebut masuk tahap survei lapangan ke lokasi rencana pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kilo Volt (kV) yang didirikan dengan melintasi sungai.

Setelah survei lapangan dilakukan, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan rapat teknis dalam rangka penyusunan berita acara survei sebagai syarat penerbitan Izin Membangun Kabel Listrik.

Pembangunan tower penyeberangan sungai pada jalur SUTT 150 kV Kendawangan-Marau (Ex Air Upas)-Sukamara tersebut berlokasi di alur pelayaran Sungai Jelai Kabupaten Sukamara.

Jalur transmisi tersebut direncanakan untuk dioperasikan pada tahun 2022 dengan total tapak tower sebanyak 438 tower, di mana 414 tower berada di Kabupaten Ketapang, sementara 24 tower lainnya berada di Kabupaten Sukamara.

BACA JUGA:   Polda Kalsel Kirim Bantuan Untuk Korban Banjir Kalteng

Kasi Operasi Distrik Navigasi Kelas II Banjarmasin, Karyanto Kristo, mengatakan survei untuk menentukan titik tower tersebut memiliki lokasi yang cukup sulit.

“Namun kita semua dapat melakukan survei dengan lancar dengan cuaca mendukung dan selamat sampai kegiatan selesai,” kata Karyanto Kristo.

Petugas Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhan KSOP Sukamara, Yekti Wisaptoyo, menyebutkan dukungan dan kesiapannya dalam mendukung rencana pembangunan transmisi lintas dua provinsi tersebut.

“Kami siap bersinergi dengan PLN dalam pengawasan pelaksanaan konstruksi tower perlintasan sungai terutama dalam rangka menjaga keamanan alur pelayaran di Sungai Jelai Kabupaten Sukamara,” katanya.

(Antara)