Target 1 Juta Barel Minyak di 2030, Mukhtarudin: Eksplorasi Harus Digiatkan

Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin.

JAKARTA– Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin mengapresiasi pengalihan pengelolaan Wilayah Kerja (WK) Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) kepada Pertamina Hulu Rokan (PHR) selaku anak usaha PT Pertamina (Persero).

Sebelumnya, pengelolaan Blok Rokan, dipegang oleh CPI selama 97 tahun atau hampir 1 abad.

“Ini sebuah prestasi yang patut kita apresiasi ya,” ujar Mukhtarudin, Jumat, (3/9/2021).

Mesti begitu, politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah itu bilang PHR juga perlu ada tambahan investasi pengetahuan dan teknologi baru. Karena jika tidak maka produktifitas lifting minyak akan terus berkurang.

BACA JUGA:   Indonesia Ajak Dunia Berkolaborasi untuk Pulih Bersama di Presidensi G20 2022

“Harus mengelola blok rokan ini secara baik. Produksi yang maksimal. Karena bagaimana pun ini melibatkan BUMD diharapkan bisa bersinergi dengan baik bersama PHR yang mengelolanya,” imbuh Mukhtarudin.

Pemerintah Indonesia optimis target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada 2030 mendatang tercapai.

BACA JUGA:   Mendag Optimis Expo Dubai Percepat Kebangkitan Ekonomi RI

“1 juta barel per hari pada 2030 tentu ini merupakan tantangan bagi PHR untuk bisa membuktikan kinerjanya. Saya berharap ada inovasi yang bagus dari PHR ya, teknologi yang baik, potensi-potensi harus dieksplorasi. Itulah yang diharapkan,” pungkas Mukhtarudin.

(dis/beritasampit.co.id)