Wujudkan Program Tol Sungai, Pemkab Kotim Gandeng Investor Keruk Alur Sungai Mentaya

Direktur Utama PT Kawan Selaras Sejahtera, Rudi Urip Santoso Basuki bersama Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor menandatangani nota kesepahaman kerja sama pengerukan alur Sungai Mentaya di Sampit, Kamis 2 September 2021. ANTARA/Norjani;

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim), menggandeng PT Kawan Selaras Sejahtera yang merupakan anak perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Habaring Hurung untuk mewujudkan program tol sungai dengan mengeruk alur baru di Sungai Mentaya.

Penandatanganan kerja sama ini program tol sungai ini dilakukan oleh bupati dengan Direktur Utama PT Kawan Selaras Sejahtera, Rudi Urip Santoso Basuki. Dalam kerja sama ini, pemerintah daerah diwakili PT Alur Mentaya Sejahtera.

“Dana pemerintah daerah terbatas, apalagi di saat pandemi COVID-19 ini. Makanya kita berdayakan pihak ketiga. Penandatanganan MoU (nota kesepahaman) telah dilakukan ini menjadi sejarah. Mudah-mudahan akan membawa kemajuan signifikan bagi perekonomian Kotawaringin Timur,” kata Bupati Kotim, Halikinnor, dikutip dari Antara, Jumat 3 September 2021.

Kerja sama ini antara PT Kawan Selaras Sejahtera dengan pemerintah daerah ini untuk membuat alur baru sehingga tidak mengganggu alur lama atau kapal kecil tetap bisa menggunakan alur lama.

Diketahui bersama bahwa alur sungai Mentaya cukup lebar namun dangkal dan hanya bisa digunakan selama 6 sampai 7 jam dalam sehari saat air sungai sedang pasang. Namun jika kapal yang masuk adalah kapal besar, maka perlu menggunakan kapal pandu meski air sedang pasang.

BACA JUGA:   Kementerian BUMN Perjuangkan Negosiasi dengan Lessor terkait Garuda Indonesia

Menurut Halikinnor, jika alur baru sudah dikeruk, maka bisa digunakan penuh selama 24 jam dalam sehari. Selain itu kondisinya akan terus diawasi dan dilakukan pemeliharaan dengan langsung dikeruk jika terjadi pendangkalan.

Pengerukan alur Mentaya ini diharapkan akan membuat perekonomian di Kabupaten Kotim semakin meningkat dengan signifikan, karena distribusi barang maupun jasa akan semakin lancar dan biaya angkut juga akan turun, sehingga harga kebutuhan pokok yang didatangkan dari Pulau Jawa menjadi lebih murah.

PT Kawan Selaras Sejahtera bersama mitranya diharapkan sudah mulai mengerjakan pengerukan alur pada awal 2022 sehingga diharapkan pada pertengahan 2022 sudah operasional.

“Ini juga harapan kita untuk meningkatkan pendapatan untuk daerah. PT KSS juga akan bagi hasil dengan daerah sehingga pemerintah daerah akan dapat pemasukan. Dobel, karena ini membuat arus kapal menjadi lancar dan daerah juga dapat pemasukan,” demikian Halikinnor.

BACA JUGA:   Menteri ESDM Paparkan Komitmen Menghentikan PLTU di COP-26

Direktur Utama PT Kawan Selaras Sejahtera, Rudi Urip Santoso Basuki, mengatakan pihaknya akan mengeruk alur baru dengan panjang 19 mil atau sekitar 27 kilometer.

Adapun nilai investasi atau besaran biaya yang dibutuhkan akan diketahui secara jelas melalui hasil feasibility study atau studi kelayakan. Namun pihak investor memperkirakan pengerukan tersebut akan menghabiskan biaya sekitar Rp260 miliar.

“Saya berharap kepada pemerintah pusat untuk dukungannya. Kita berharap konsesi yang diberikan pemerintah adalah 30 tahun jangka waktunya sehingga kami bisa bersama-sama pemerintah bersinergi dalam keterbatasan anggaran daerah ini,” ujar Rudi.

Rudi menilai potensi sektor kepelabuhanan di Kotim sangat besar, baik dalam hal hasil perkebunan kelapa sawit berupa minyak kelapa sawit atau CPO (crude palm oil), hasil tambang, barang curah kering hingga jasa angkutan penumpang.

Jika alur Mentaya sudah bisa dilewati selama 24 jam penuh setiap hari maka diyakini akan membawa dampak besar terhadap aktivitas kepelabuhanan. Dampaknya juga diharapkan sangat signifikan terhadap perekonomian daerah dan masyarakat.

(Antara/BS-65/beritasampit.co.id)