Agar Bantuan Alsintan Ada Buktinya, di Kecamatan Perlu Dibuka Demplot Pertanian Lokal

Ilustrasi_Kang Maman

Penulis: Maman Wiharja (Wartawan beritasampit.co.id).

ATAS nama aspirasi masyarakat petani di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), sejumlah Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan Provinsi Kalimantan Tengah yang terdahulu setiap tahun sampai sekarang telah berjuang mengusahakan melalui Pemerintah Pusat untuk membantu pengadaan sejumlah Alat Mesin Pertanian (Alsintan).

Pengamatan penulis, agar hasil perjuangan Anggota DPR RI Dapil Kalteng untuk mendatangkan berbagai alat jenis alsintan, kelihatan ada buktinya alangkah baiknya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat membuka demplot (percontohan) pertanian lokal di salah satu kecamatan.

Tujuannya, membuka demplot selain Alsintan benar-benar dimanfaatkan oleh kelompok tani, juga sekaligus untuk membina para petani, tentang bagaimana caranya menggunakan Alsintan menggarap lahan berbagai jenis pertanian, sehingga menghasilkan panen yang baik.

Cara menggarap demplotnya dipandu oleh para ahlinya dari dinas terkait, yang memanfaatkan anggota Karang Taruna Desa, bersama para kelompok tani yang telah diseleksi di masing-masing desa. Disaat lahan demplot sudah menghasilkan sejumlah jenis pertanian, saat mau dipanen, baru mengundang Anggota DPR RI yang telah berjuang memberi bantuan Alsintan.

BACA JUGA:   Momen Mengharukan Peresmian Rumah Dinas Bupati Kobar

Penulis mengamati, dulu Pak Hamdani masih di DPR RI rajin mendistribusikan Alsintan kepada para kelompok tani, bahkan belum lama ini Bambang Purwanto telah dua kali mendatangkan berbagai jenis Alsintan dan yang terakhir sedikitnya 41 kelompok tani telah menerima berbagai Alsintan.

Acara penyerahan bantuan Alsintan sama di jaman Pak Hamdani digelar di halaman Dinas Pertanian Kabupaten Kobar. Acara penyerahan Alsintan langsung dilakukan oleh Anggota DPR RI yang telah berjuang mendatangkan Alsintan tersebut. Kemudian penyerahan Alsintan pun disusul oleh Bupati Kobar.

Anggota DPR RI seperti Hamdani dulu dan sekarang pun Bambang Suherman serta Bupati Kobar. Sebelum acara penyerahan Alsintan mengimbau antara lain, kepada seluruh kelompok tani yang telah menerima Alsintan agar memanfaatkannya dengan baik sehingga hasil pertanian semakin meningkat.

Namun pengamatan penulis, sejak 10 tahun yang lalu sampai sekarang mungkin sudah ratusan atau ribuan Alsintan yang dimanfaatkan oleh para kelompok tani dan anggota masyarakat tani. Hasil pertanian yang menjadi bahan pokok manusia yakni padi/beras sampai sekarang hasilnya belum menonjol. Paling-paling yang menonjol panen semangka dan jagung.

BACA JUGA:   Pilpres 2024 PDIP Terancam Terbelah dan 3 Calon Kuat

Saran penulis, agar perjuangan Anggota DPR RI tidak sia-sia seharusnya Pemkab Kobar melalui Dinas Pertanian segera membuka lahan demplot, seperti yang telah penulis sampaikan di atas .

Karena dibentuknya lahan demplot pertanian lokal seperti menanam Padi, Jagung, Singkong, Ubi Jalar, dan juga Semangka, serta tanaman Palwija lainnya/tumpang sari, juga tanaman Hortikultura lainnya. Tujuannya untuk cikal bakal masa depan para petani di Kabupaten Kobar.

Banyak hasil pertanian yang awalnya luar biasa tapi ujung-ujungnya tidak luar biasa alias tidak ada kelanjutannya, misal bawang merah di Desa Purbasari Kecamatan Arut Selatan, beberapa tahun lalu sempat panennya melimpah, ujung-ujung sampai sekarang tak ada kabarnya lagi.

Begitu pula kalau panen padi, jarang berlanjut kecuali wilayah desa memiliki embung/danau buatan untuk mengairi daerah irigasi agar airnya memadai, seperti di Kecamatan Pangkalan Banteng.

Terakhir, disarankan, dinas terkait harus memiliki terobosan baru berani membuka lahan Demplot (Percontohan) pertanian, bila perlu di setiap kecamatan. SEMOGA.