Banjir di Kotim Meluas, 61 Desa dan Kelurahan di 8 Kecamatan Terendam

IST/BERITA SAMPIT - Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, didampingi Bupati Kotim Halikinnor, beserta rombongan saat mengunjungi salah satu lokasi banjir di Kecamatan Mentaya Hulu. Selasa 7 September 2021.

SAMPIT – Bencana banjir yang melanda di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, terus meluas. Tingginya intensitas hujan membuat banjir lambat surut, tercatat berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, dari 23 Agustus – 7 September 2021 sebanyak 61 Desa dan Kelurahan di 8 Kecamatan terendam dengan ketinggian air berkisar 40 sampai 180 centi meter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotim, mendata dari desa dan kelurahan yang berdampak banjir berada di KecamatanTelaga Antang, Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Antang Kalang, Tualan Hulu, Kota Besi, Parenggean dan Telawang.

BACA JUGA:   Pemkab Kotim Turunkan Alat Berat Keruk Parit Atasi Genangan Air di Jalan Trans Kalimantan Sampit

“Dari data yang diterima, banjir yang parah dengan ketinggian air berkisar 50-180 cm dari badan jalan berada di Desa Penyahuan, Kecamatan Bukit Santuai dengan jumlah sebanyak 330 KK. Namun yang hampir merata dengan ketinggian air mencapai 50 cm, 1 sampai 1,5 meter ada pada 10 Desa di Kecamatan Telaga Antang,” Kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kotim Yephi Hartady Periyanto, Selasa 7 September 2021.

Dari 61 Desa dan Kelurahan yang terendam, terdapat sebanyak 5.857 Kepala Keluarga (KK) sedangkan 5.251 KK atau 10.585 jiwa rumah memerlukan bantuan.

BACA JUGA:   Kotim Bisa Jadi Percontohan Kampung Reforma Agraria

“Untuk sarana pendidikan seperti sekolah yang terendam sebanyak 8 sekolah, sedangkan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas/ Pustu sebanyak 3 bangunan,”tutupnya.

Sementara itu dari informasi yang dihimpun, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran bersama Bupati Kotim Halikinnor, mengunjungi sejumlah Desa dan Kecamatan yang terkena banjir.

Kedua orang Nomor 1 di Kalteng dan Kotim ini selain meninjau langsung guna mengetahui kondisi wilayah yang berdampak, jauga menyerahkan bantuan berupa beras dan sembako kepada warga yang membutuhkan.

(Cha/beritasampit.co.id)