Berdayakan Masyarakat, Pemkot Gelar Pelatihan Proses Produksi Berbahan Dasar Logam

M.SLH/BERITA SAMPIT - Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Palangka Raya, Rawang saat foto bersama dengan peserta pelatihan.

PALANGKA RAYA – Dalam rangka memberdayakan masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian mengadakan pelatihan proses produksi berbahan dasar logam. Pelatihan tersebut dilaksanakan di Kawasan Sentra IKM Jalan Temanggung Tilung, Selasa 7 September 2021.

Selain pelatihan tersebut Pemkot juga mengadakan kegiatan pembuatan aneka kue di Balai Pelatihan Pendidikan Anak Usia Dini (BP-PAUD) Dikmas Kalteng. Dimana kegiatan tersebut dilaksanakan selama empat hari terhitung tanggal 7 sampai 10 September 2021.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Palangka Raya, Rawang mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk memberdayakan masyarakat Kota Palangka Raya. Kegiatan lebih mengutamakan kepada praktik selama pembelajaran tersebut.

BACA JUGA:   Jasa Raharja Kalteng Bukukan Kinerja Positif

“Nantinya diberikan pelatihan secara teori 20 persen, yakni bagaimana memperoleh pinjaman, memperoleh dana dengan mengundang narasumber dari Bank BRI, dan 80 persennya praktik keterampilan,” jelas Rawang kepada awan media.

Lebih lanjut dirinya menambahkan bahwa, pelatihan produksi berbahan dasar logam tersebut dilaksanakan perdana. Hal tersebut melihat hasil olahan berbahan dasar logam untuk pertanian, perkebunan, dan rumah tangga di Kota Palangka Raya.

BACA JUGA:   Diskominfosantik Apresiasi Langkah MES Kalteng Bantu Pemerintah Daerah

“Oleh karena itu, diharapkan adanya pelatihan ini bisa membantu masyarakat agar bisa membuat keterampilan dan memproduksi sendiri hasil olahan berbahan dasar logam ini, alangkah baiknya kita bisa memproduksi sendiri,” tuturnya.

Selain bisa memproduksi sendiri untuk kebutuhan rumah tangga, bisa juga untuk mengolah sendiri dari bahan besi-besi bekas yang bisa diolah yang berpotensi menjadi nilai tambah tersendiri. Selain menambah wawasan dan pengetahuan, pendapatan serta mengurangi limbah pada lingkungan masyarakat. (M.Slh/beritasampit.co.id).