Harga Rotan dan Karet Jadi Keluhan Masyarakat Desa, Dewan Minta Eksekutif Perhatikan

IST/BERITA SAMPIT - Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Natalia.

PALANGKA RAYA – Beberapa waktu lalu, jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan reses perorangan di sejumlah daerah.

Natalia Wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas (Humas), meminta kepada pihak eksekutif dapat memperhatikan harga hasil hutan seperti Rotan dan Karet.

Dia mengungkap, saat melaksanakan reses perorangan beberapa waktu lalu, kebanyakan masyarakat menyarankan agar adanya dukungan pemerintah terhadap harga komoditi tersebut agar dapat lebih stabil, sehingga mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA:   Ketua DPRD Kalteng Harap Tahun 2028 PON Dilaksankan di Bumi Tambun Bungai

“Cukup banyak masyarakat petani yang ada di Desa Buntut Bali, Tumbang Baraoi, dan Hampalit yang beralih usaha karena komoditas Karet dan Rotan yang sangat rendah,” ungkap Natalia kepada awak media, Selasa 7 September 2021.

Anggota Komisi II DPRD Kalteng ini juga menambahkan, dengan keadaan Pandemi Covid-19 semakin memperparah kondisi perekonomian masyarakat dan bencana banjir. Sehingga menambah persoalan masyarakat.

“Kami meminta kepada pemerintah terkait dengan hal ini dapat diberi perhatian dan mendorong agar dapat menstabilkan harga di pasaran,” tuturnya.

BACA JUGA:   Evi Kahayanti : SMKN- Kapuas Usulkan Penimbunan Halaman Sekolah

Menurut Legislator Fraksi Partai Hanura tersebut, dengan adanya stabil harga Rotan dan Karet tersebut, diyakini dapat memberi dampak kesejahteraan bagi masyarakat.

“Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat seperti ini, sebab suatu daerah dapat maju pembangunannya pada berbagai bidang, terutama kesejahteraan masyarakat sudah dilaksanakan dengan optimal dan masyarakatnya benar-benar sejahtera,” tutup Natalia. (M.Slh/beritasampit.co.id).