Mulyadin Soroti Penyebab Banjir

IST/BERITA SAMPIT : Pemukiman warga di Kecamatan Aruta yang kerap setiap tahun dilanda banjir.

PANGKALAN BUN – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat Mulyadin mengatakan musibah banjir yang saat ini melanda di Kobar penyebabnya adalah penebangan hutan dan buka lahan tanpa kajian, sehingga saat ini tidak ada lagi kawasan sebagai serapan air.

“Kita ketahui bersama, musibah banjir di Kobar selalu terjadi di tempat yang sama dan hal itu menjadi langganan setiap tahunnya. Ini perlu pemikiran dari semua pihak, apa yang menjadi penyebabnya dan kita harus mencari solusi,” kata Mulyadin, Selasa, 7 September 2021.

Menurut Mulyadin memang benar dimana-mana kalau musim hujan banyak terjadi banjir menjadikan salah satu bencana yang cukup besar, namun masyarakat dan sejumlah pihak lainnya sering kali melupakan bahwa banjir bisa terjadi akibat hal yang sepele namun berdampak luas. Seperti penebangan pohon dan membuka lahan tanpa kajian pada lingkungan.

BACA JUGA:   Bupati Kobar Teken MoU Pendistribusian Oksigen dengan PT Korindo Ariabima Sari

Intensitas curah hujan yang cukup tinggi sungai tidak mampu lagi menampung air yang melebihi kapasitas volume air, karena sekitar wilayah sungai sudah gundul tidak ada hutan yang mampu menyerap air.

“Kami dan pemerintah daerah pernah sepakat akan melakukan relokasi pada pemukiman yang menjadi langganan banjir, tetapi masyarakat menolak karena sudah terbiasa dengan kondisi banjir, namun hal ini tetap harus di sikapi, agar tidak ada lagi kawasan yang menjadi langganan banjir “, tegas Mulyadin.

BACA JUGA:   Bupati Apresiasi Vaksinasi Drive Thru di Kobar

Kedepannya menurut Mulyadin untuk mengatasi masalah pembukaan hutan di bagian hulu sungai, Pemerintah Daerah segera untuk melakukan penghijauan di lahan kritis, sebab keberadaan hutan sangat penting untuk keseimbangan lingkungan.

“Pemerintah daerah untuk melakukan pemetaan terhadap lahan lahan kritis, dengan anggaran yang tersedia, kita bisa melakukan penghijauan atau merelokasi rumah-rumah di di lahan tersebut yang menjadi zona banjir, hal ini guna mengatasi masalah banjir yang setiap tahun selalu terjadi,” pungkas Mulyadin.

(man/beritasampit.co.id).