Kalteng Tetapkan Status Darurat Bencana Banjir di Enam Kabupaten

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran melihat sarpras untuk penanganan banjir di Palangka Raya, Kamis 9 September 2021.(IST-ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)

Palangka Raya – Dari 14 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), enam kabupaten ditetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan satu kabupaten berstatus siaga.

Keenam kabupaten itu adalah Kotawaringin Barat (Kobar), Katingan, Kotawaringin Timur (Kotim), Seruyan, Lamandau dan Gunung Mas. Sedangkan satu kabupaten dengan status siaga darurat bencana banjir, yakni Kabupaten Pulang Pisau.

Saat ini banjir terjadi pada 11 kabupaten dan kota se-Kalteng yang disebabkan peningkatan intensitas curah hujan yang terjadi mulai 21 Agustus 2021, masyarakat terdampak banjir sebanyak 29.885 KK atau 57.117 jiwa.

“Kabupaten yang paling parah yaitu Katingan, Kotawaringin Timur dan Seruyan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai Senin 6 September, menyalurkan bantuan sembako ke masyarakat Kotawaringin Timur dan Katingan, selanjutnya Seruyan dan kabupaten lainnya sesuai perkembangan di lapangan,” papar Gubernur Sugianto pada apel gelar personel dan sarana prasarana penanganan darurat bencana banjir, Kamis 9 September 2021.

BACA JUGA:   2 Pemuda Nekat Curi Besi Ulir Milik Perusahaan Sawit, Terancam 5 Tahun Bui

Dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kepada masyarakat terdampak banjir tahap selanjutnya yaitu makanan siap saji, peningkatan jumlah dapur umum, bantuan sembako, layanan kesehatan dan kebutuhan lainnya.

“Khusus Katingan, pada lima kecamatan yang parah akan ditugaskan koordinator lapangan dari pejabat eselon II Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah didampingi pejabat dan tim dari masing-masing organisasi perangkat daerah,” jelasnya.

BACA JUGA:   Personel Polsek Hanau Gencar Kampanyekan Taat Prokes

Adapun apel gelar personel dan peralatan dilaksanakan untuk mengetahui ketersediaan dan kesiapan personel dan sarana prasarana untuk penanganan banjir. Sebagian personel dan sarana prasarana sudah melaksanakan upaya penanganan darurat di lapangan.

“Kami juga berterima kasih dan mengapresiasi seluruh relawan. Diharapkan semua bisa melaksanakan tugas dengan tulus, ikhlas, serta menjunjung tinggi semangat kemanusiaan,” ungkapnya.

Seluruh personel yang melaksanakan tugas harus menjadi solusi kepada masyarakat, jangan sampai menjadi beban pemerintah kabupaten dan masyarakat setempat, serta wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat sehingga tidak menimbulkan klaster baru penularan COVID-19.

(Antara/BS-65/beritasampit.co.id)