Hima Kobar Palangka Raya, Galang Dana untuk Korban Banjir Arut Utara

IST/BERITA SAMPIT - Hima Kobar Palangka Raya saat saat foto bersama.

PALANGKA RAYA – Himpunan Mahasiswa Kotawaringin Barat (Hima Kobar) Palangka Raya melakukan aksi penggalangan dana untuk korban banjir yang ada di Kecamatan Arut Utara.

Meski sedang dalam masa Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Palangka Raya, namun semangat berbagi kebaikan para mahasiswa Kobar tidaklah pudar, galang dana untuk masyarakat yang terdampak banjir.

Koordinator aksi penggalangan dana Hima Kobar PKY, Isnaini Nurul mengatakan bahwa, penggalangan dana tersebut dilakukan pada titik yang ramai dilalui pengendara, terutama di Lampu Merah Jalan Garuda.

“Aksi yang kami lakukan ini dapat menjadi wadah bagi masyarakat Kota Palangka Raya yang masih kebingungan bagaimana cara menyalurkan bantuan kepada para korban bencana banjir di Arut Utara,” kata Isnaini Nurul dalam keterangan tertulisnya, Jumat 10 September 2021.

BACA JUGA:   HUT ke 76, TNI Berbagi untuk Keluarga Veteran

Penggalangan dana ini dilakukan di dua kota, yaitu di Pangkalan Bun yang diinisiasi oleh Hima Kobar Nasional dengan BEM Untama dan di Palangka Raya yang diinisiasi oleh Hima Kobar Palangka Raya.

Adapun total donasi yang terkumpul dari aksi penggalangan dana yaitu Rp. 22.621.200. Nantinya dana yang terkumpul akan segera disalurkan kepada warga Kecamatan Arut Utara yang menjadi korban bencana.

BACA JUGA:   Fairid Naparin Dorong Pelaku UMKM Terus Berinovasi

“Saya ucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan sedikit rejekinya untuk para korban banjir dan semoga semua donasi yang diberikan bermanfaat bagi para warga Kecamatan Arut Utara,” tuturnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Ketua Hima Kobar Palangka Raya, Muhammad Taufikurahman menyampaikan bahwa, pada intinya, kegiatan pengalangan dana tersebut diadakan karena ingin membantu sesama yang saat ini sedang terdampak bencana banjir.

“Ini merupakan salah satu bentuk peduli mahasiswa Kobar PKY untuk membantu warga masyarakat terkhususnya di Kabupaten,” tutup Taufik. (M.Slh/beritasampit.co.id).