Setiap Daerah Dilanda Banjir, GMNI Kalteng: Ini Menjadi Bahan Evaluasi Pemerintah Daerah

IST/BERITA SAMPIT - Kondisi banjir di Kalteng.

PALANGKA RAYA – Banjir masih melanda di berbagai daerah Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Hal tersebut merupakan tantangan bagi semua daerah agar menjadi bahan evaluasi bersama maupun Pemerintah Daerah untuk kedepannya.

DPD GMNI Kalteng melalui Wakil Ketua Bidang Media dan Propaganda, Daniel Olan menyampaikan, bahwa banjir yang terjadi di berbagai daerah tersebut hendaknya menjadi evaluasi bersama agar kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir yang hampir terjadi di setiap musim penghujan dapat ditanggulangi sedini mungkin.

Dia meminta kepada setiap elemen masyarakat maupun pemerintah agar dapat menciptakan solidaritas untuk saling bahu membahu dalam membantu rekan-rekan maupun keluarga yang saat ini terdampak bencana banjir.

BACA JUGA:   Musda DAD Kalteng, Dorong Pemerintah Percepat Pengakuan Hutan Adat

“Tidak perlu untuk saling menyalahkan, saya mengajak semua elemen untuk bergandeng tangan saling bergotong royong membantu keluarga kita yang saat ini terdampak bencana banjir di beberapa daerah,” kata Daniel Olan melalui keterangan tertulisnya, Sabtu 11 September 2021.

Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPD GMNI Kalteng, Ronaldi Muher juga menyampaikan, keadaan bencana seperti ini tidak diinginkan bersama, namun yang perlu diketahui yaitu mengenai peran penting nya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta IMB.

Hal ini memuat tentang dampak dan akibat dari suatu kegiatan pembangunan di atas lahan atau wilayah yang rentan terjadinya bencana alam, salah satunya berguna dalam mengatasi bencana banjir.

BACA JUGA:   Dukung Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Pemprov Kalteng Berupaya Terbitkan Pergub

“Ini tidak serta merta saja kejadian bencana banjir, ini terjadi oleh bencana alam dampak dari aktifitas manusia yang berlebihan, eksploitasi hutan, aktifitas tambang yang tak berizin serta berskala besar oleh para oknum untuk meraup keutungan sehingga hal tersebut menjadi faktor yang mengakibatkan menurunnya keseimbangan alam lingkungan sekitar,” tutur Ronaldi Muher.

Menurut dia, kurangnya penyerapan air pun menjadi pemicu banjir. Belajar dari permasalahan saat ini dia berharap ke depan agar menjadi perhatian serius sehingga pemerintah beserta masyarakat mampu mengatasi maupun menanggulangi bencana banjir. (M.Slh/beritasampit.co.id).