Legislator Kalteng ingatkan Pemda Tidak Lengah Meski Kasus COVID-19 Alami Penurunan

Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Tengah Abdul Razak (kiri) bersama Wakil Ketua II DPRD Kalteng Jimmy Carter memimpin rapat paripurna di ruang rapat gabungan DPRD Kalteng, Palangka Raya, Senin 13 September 2021.//Ist-ANTARA/Dokumen Pribadi;

PALANGKA RAYA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Abdul Razak, mengingatkan pemerintah beserta seluruh elemen di daerah setempat, agar tetap waspada dan tidak lengah terhadap penyebaran COVID-19 meski trennya menurun.

Menurutnya, meski jumlah kasus COVID-19 di provinsi ini mulai mengalami penurunan secara signifikan dibandingkan dari Juli sampai Agustus 2021, namun kewaspadaan harus tetap dipertahankan.

“Kami melihat, penularan COVID-19 masih tetap menjadi ancaman serius bagi masyarakat, sehingga upaya penanganannya harus terus dilakukan dan secara berkelanjutan,” kata Abdul Razak, usai memimpin rapat paripurna di DPRD Kalteng, seperti dikutip dari Antara, Senin 13 September 2021.

BACA JUGA:   BI : Perekonomian Kalteng Membaik

Dirinya juga mengapresiasi berbagai kebijakan dan langkah strategis pemerintah pusat bersama provinsi, kabupaten/kota serta berbagai pihak dalam mengendalikan penularan COVID-19 di wilayah ini, sehingga grafik penularan COVID-19 di Kalteng menurun, bahkan sejumlah kabupaten yang awalnya zona merah, sekarang menjadi kuning menuju hijau.

“Penurunan ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam melakukan pengendalian. Tapi, ya jangan lengah dan harus tetap waspada,” imbuhnya.

Selain penegakkan protokol kesehatan, lanjutnya, anggaran penanganan COVID-19 harus tetap juga bisa dialokasikan secara baik. Kemudian, kewajiban pemerintah membayar insentif para tenaga kesehatan, juga harus dipenuhi dan tidak ada keterlambatan dalam pembayarannya.

BACA JUGA:   Dewan Kecam Pihak Pemotong Bansos, Kuwu Senilawati: Harus Diberi Sanksi Tegas

Dia mengatakan, koordinasi pemerintah provinsi dengan kabupaten maupun kota di Kalteng, harus lebih ditingkatkan dalam hal menyelenggarakan program vaksinasi. Dengan begitu, vaksinasi COVID-19 bisa lebih optimal dan menjangkau semua komponen masyarakat, khususnya yang tinggal di pelosok-pelosok.

“Tujuan vaksinasi itu kan untuk membentuk kekebalan komunitas, makanya pelaksanaannya harus bisa menjangkau seluruh pelosok di daerah ini,” pungkasnya.

(Antara/BS-65/beritasampit.co.id)