1.100 mahasiswa Indonesia Mendapat Pelatihan Keterampilan Digital

Ilustrasi (Pixabay)

JAKARTA – Sebanyak 1.100 mahasiswa di Indonesia yang masuk dalam program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Kampus Merdeka mendapatkan pelatihan keterampilan digital lewat program magang secara daring dan akan memperoleh lisensi berupa sertifikat.

Kehadiran program magang itu menjadi salah satu cara agar kemahiran teknologi di Indonesia dapat sejalan, antara keterampilan yang diasah lembaga pendidikan dengan kebutuhan di dunia industri.

Ketua Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat Kampus Merdeka Kemdikbudristek DIKTI, Nurhadi Irbath dalam keterangannya dikutip Rabu 15 Setember 2021, mengatakan, bahwa kemampuan teknologi harus inklusif dan bisa dipelajari oleh setiap mahasiswa. Demikian dilansir dari Antara.

“Saat ini, Indonesia memerlukan hingga 600.000 talenta digital baru per tahun,” kata Nurhadi Irbath ​​​​​, seraya menambahkan program itu tentunya akan mendukung pencapaian target tersebut.

BACA JUGA:   Kemenkes Tegaskan Data Masyarakat Dalam Sistem eHAC Tidak Bocor

Berdasarkan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum), kemahiran teknologi menjadi kemampuan penting dan wajib dimiliki tenaga kerja di tengah perkembangan digital yang pesat. Selain itu, riset dari AlphaBeta menyebutkan industri dalam negeri membutuhkan 110 juta pekerja digital pada tahun 2025 dan keahlian di bidang TI akan sangat dicari, termasuk oleh perusahaan non-teknologi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan Indonesia membutuhkan setidaknya 9 juta talenta digital pada tahun 2030 untuk bisa meraih manfaat maksimal dari ekosistem digital namun, saat ini jumlah talenta yang tersedia baru 1,1 juta.

Dalam riset LinkedIn didapati perusahaan yang bergerak di sektor TI membutuhkan enam kemampuan di antaranya blockchain, cloud computing, analisa data, pengembangan kecerdasan buatan desain UX/UI, dan scientific computing.

Untuk itu, program ini membuka kesempatan magang untuk 1.100 mahasiswa dari 172 kampus di Indonesia yang terfasilitasi sehingga bisa mempelajari keterampilan dengan studi kasus nyata. Program implementasi Skilvul Virtual Internship resmi dimulai sejak Agustus 2021. Skilvul Virtual Internship mencakup pemilihan tantangan dan mitra industri sesuai minat peserta, sesi pembelajaran pribadi dan webinar, serta pengerjaan proyek tantangan.

BACA JUGA:   Pemuda Karang Taruna Bersihkan Tumpukan Sampah di Kawasan Pendidikan

Sebagai puncak program, seluruh peserta akan mempresentasikan solusi dan inovasi digital mereka di hadapan para mitra industri saat Demo Day. Nantinya, setiap peserta
yang telah menyelesaikan program berkesempatan mendapatkan sertifikat industri dan mengkonversikan program ini menjadi 20 Sistem Kredit Semester (SKS) di perguruan tinggi asal.

Sama seperti magang virtual, setelah mereka bisa menunjukan bukti kerjanya dari program itu maka mereka juga bisa mendapatkan konversi 20 SKS di perguruan tinggi asalnya.

(Antara/BS-65/beritasampit.co.id)