TB Hasanuddin Beberkan 4 Tugas Panglima TNI Baru: Tingkatkan Disiplin Hingga Kesejahteraan Prajurit

Dialog Dialektika Demokrasi di Media Center Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, (16/9/2021). Foto: beritasampit.co.id/Adista Pattisahusiwa).

JAKARTA— Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan memasuki masa pensiun pada November 2021 mendatang.

Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI-P, Tubagus Hasanuddin berharap sosok calon Panglima TNI kedepanya harus mampu miliki kemampuan Minimum Essential Force atau kekuatan pokok minimum yang merupakan proses untuk modernisasi alat utama sistem pertahanan Indonesia.

TB Hasanuddin menyampaikan hal itu dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Media Center Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, (16/9/2021).

Dialog dengan tema ‘Tantangan Besar Panglima TNI Baru’ itu dihadiri Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PPP, Syaifullah Tamliha dan Pengamat Militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi.

Menurut TB Hasanuddin setidaknya terdapat empat tugas yang harus dikerjakan oleh Panglima TNI baru pengganti Hadi. Dia menyebut tugas pertama yakni penguatan essential force untuk menghadapi ancaman lingkungan hingga geopolitik.

“Pertama tentunya harus diselesaikan oleh Panglima yang baru nanti siapa pun beliau dan tentu minimum essential force itu bisa saja berubah situasinya, dalam arti perlu ada penguatan-penguatan berdasarkan ancaman di lingkungan, baik geopolitik maupun geostrategi,” ujar TB Hasanuddin.

BACA JUGA:   DPR Perjuangkan Dana Afirmasi 2,5 Persen dari APBN Masuk Dalam RUU SKN

TB menjelaskan tugas kedua yakni meningkatkan profesionalisme para prajurit. Salah satunya dengan meningkatkan latihan prajurit agar mampu menghadapi segala ancaman.

“Dari profesionalisme yang kita sekarang sudah memiliki, harus naikin lagi karena kita tidak bisa lagi para prajurit TNI itu memiliki kemampuan yang asal-asalan. Sudah dilengkapi dengan senjata yang bagus, ya, tingkatkan profesionalismenya,” beber dia.

Selain itu, TB Hasanuddin mengatakan Panglima TNI baru juga harus meningkatkan displin para prajurit. Ia menyoroti adanya oknum anggota TNI yang sempat menyerang kepolisian.

“Ketiga, ini yang perlu mendapatkan juga perhatian Panglima TNI, itu adalah yang namanya disiplin. Dalam catatan saya prajurit dalam 2 tahun, 3 tahun terakhir ini ratusan yang desertir melarikan diri dari satuannya,” sebutnya.

BACA JUGA:   Karang Taruna Organisasi Kepemudaan yang Punya Struktur Hingga RT/RW

“Kemudian juga perkelahian baik antarangkatan, maupun juga antara TNI dengan polisi, banyak kasuslah di mana-mana, terakhir itu kalau tidak salah penyerangan kepolisian, Polsek di Ciracas kemudian melibatkan banyak prajurit dan lain sebagainya. Itu perkelahian yang harus dihindari dan ini harus menjadi fokus Panglima ke depan,” lanjut TB Hasanuddin.

TB Hasanuddin yang juga Alumnus Akpol 1974 itu berujar Tugas keempat bagi Panglima TNI baru, harus memperhatikan kesejahteraan para prajurit, terutama dalam hal asupan makanan agar dapat berlatih dengan baik.

“Keempat, bagaimana pun juga the man behind the gun, prajuritlah yang diutamakan di belakang senjata, senjata seperti apa pun modern, dengan hi-tech dengan teknologi tinggi, tapi juga prajuritnya juga harus mendapatkan perhatian, terutama meningkatkan kesejahteraan,” pungkas TB Hasanuddin.

(dis/beritasampit.co.id)