Produk UMKM Banjarbaru Jadi Penopang Perekonomian Saat Pandemi Covid-19

IST/BERITA SAMPIT - Salah satu Produk UMKM andalan dari Banjarbaru.

BANJARBARU, KALSEL – Meski dihantam badai pandemi Covid-19 yang mengharuskan semua masyarakat taat dengan segala aturan demi mencegah penyebaran virus Corona. Pemerintah dengan segala kebijakan dan peraturan harus berhadapan dengan pro dan kontra yang terjadi, dari pemberlakuan PPKM, serbuan vaksinasi hingga melakukan operasi yustisi demi tegaknya Prokes.

Selain dampak kesehatan, pandemi Covid-19 sangat berimbas pada roda perekonomian yang seolah tak bisa lagi berputar. Menyikapi itu Pemerintah Kota Banjarbaru berupaya mendorong pelaku UMKM untuk meraih keuntungan.

Itu terbukti dengan naiknya omzet para pelaku UMKM di kota yang berjuluk Kota Idaman ini dari jutaan ke ratusan juta rupiah. “Kita awalnya Rp 5 juta dan sampai sekarang saat Covid-19 jadi Rp 100 juta,” ujar salah satu pelaku UMKM Banjarbaru, Rini Wardani, Senin 20 September 2021.

BACA JUGA:   Ikon Baru Provinsi Kalimantan Selatan, Jembatan Sei Alalak Resmi Dibuka untuk Uji Coba

Produk makanan khas tradisional yang dilabelinya dengan merek Rini Amplang itu sudah beredar luas di toko-toko besar di Kalsel, seperti market group. Bahkan Untuk memenuhi permintaan konsumen, Rini sudah memberdayakan 10 karyawan. Per hari, ia mampu memproduksi 1.000 Pcs Amplang.

“Karena sekali pengantaran beberapa ratus bungkus, namun tetap untuk para pekerja saya wajibkan menjaga kebersihan dan mematuhi protokol kesehatan,” beber Rini.

Selain cerita sukses Rini, ada juga pelaku UMKM lainnya Wiji Lestari yang memproduksi emping jagung. Produknya juga sudah tersebar di Kalimantan Selatan.

“Omzet sebulan dari 10 juta karena kerja keras dan usaha bersama para karyawan akhirnya kini bisa mencapai angka 20 juta lebih,” Ungkap Wiji

Berbeda dengan Rini, Wiji memilih memberdayakan anggota keluarganya dalam proses memproduksi emping jagung miliknya.

Melejitnya UMKM Kota Banjarbaru itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kota Banjarbaru, Muhammad Rustam.

BACA JUGA:   Jembatan Sei Alalak, Kebanggaan Baru Warga Kalimantan Selatan

“Selama pandemi memang UMKM berkembang, karena banyak bantuan yang diberikan untuk menopang keberlanjutan mereka. Selain itu produk mereka juga dipasarkan online. Jadi dari sana semakin berkembang,” jelas Dia, Senin 20 September 2021.

Rustam menyebut, 20 hingga 30 persen produk UMKM Kota Banjarbaru punya potensi besar untuk terus maju dan berkembang. “Produk yang potensial kebanyakan makanan ya. Dan stimulan bantuan serta pembinaan terus kami lakukan,” tegasnya.

Rustam menimpali kalau pihaknya juga ikut dalam pelatihan teknis dan pengurusan pendaftaran izin produk. “Kita bantu untuk mendaftarkan, agar usahanya terdaftar, agar produk UMKM Banjarbaru bisa bersaing dan tentunya menjadi penopang di tengah pandemi,” tutup Rustam. (Mery/beritasampit.co.id).