Jalur Patroli Karhutla di Sebangau Dibersihkan Untuk Mempermudah Pemantauan

Petugas membersihkan jalur yang biasa dilalui petugas patroli kebaran hutan dan lahan di Sungai Sebangau, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.//Ist-ANTARA/BNF Indonesia;

PALANGKA RAYA – Jalur patroli kebakaran hutan dan lahan di Sungai Sebangau, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, dibersihkan untuk memudahkan petugas memantau kondisi hutan dan lahan.

Koordinator Masyarakat Peduli Api (MPA) Kereng Bangkirai, Aditya, mengatakan, pembersihan jalur patroli dari tumpukan pohon rasau (Pandanus helicopus) merupakan bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.

“Tim gabungan yang terlibat dalam pembersihan jalur Sungai Sebangau ini berjumlah 36 orang. (Pembersihan) dilaksanakan selama empat hari sejak Minggu kemarin,” kata Aditya, dikutip dari Antara, Selasa 21 September 2021.

BACA JUGA:   Pemprov Kalteng Gelar Rapat Rencana Investasi Industri Kayu

Upaya pembersihan jalur patroli melibatkan anggota Tim Patroli Center for International Cooperation in Sustainable Management of Tropical Peatland (CIMTROP) Universitas Palangka Raya, MPA Kereng Bangkirai, MPA Kelurahan Sabaru, serta Borneo Nature Foundation (BNF) Indonesia.

Jalur yang dibersihkan, selain dilintasi oleh petugas patroli kebakaran hutan dan lahan juga dilewati oleh nelayan dan wisatawan yang menyusuri Sungai Sebangau.

BACA JUGA:   Klinik Bisnis Serahkan Bantuan Rp 54 Juta Untuk Tim Penanganan Covid-19 di RSUD Doris Sylvanus

Manajer Konservasi BNF Indonesia Adhy Maruly, mengatakan bahwa patroli untuk memantau kondisi hutan dan lahan penting dalam upaya pengamanan kawasan hutan gambut di Taman Nasional Sebangau dari pencurian kayu, perburuan satwa, serta kebakaran.

“Jika dibiarkan (tidak dibersihkan) akan menghambat aktivitas masyarakat dan kalau terjadi kebakaran hutan dan lahan, hal itu dapat memperlambat akses tim patroli dalam upaya memadamkan api,” katanya.

(Antara/BS-65/beritasampit.co.id)