796 Hektare Sawah Lima Desa di Barsel Terancam Gagal Panen

DEDDY/BERITA SAMPIT - Pelaksana Tugas Kepala DKP3 Barsel Ida Safitri.

BUNTOK – Ada sekitar 796 hektare lahan sawah di lima desa wilayah dua kecamatan terancam gagal panen karena terendam banjir, yakni di Desa Kalanis, Teluk Timbau dan Desa Damparan, Kecamatan Dusun Hilir. Sedangkan Desa Teluk Sampudau dan Desa Teluk Betung berada di wilayah Kecamatan Karau Kuala.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Ida Safitri kepada beritasampit.co.id, Rabu 22 September 2021 mengatakan, 796 hektare lahan sawah terancam banjir ini karena tingginya intensitas curah hujan dalam tiga pekan terakhir ini di wilayah Kabupaten Barsel.

BACA JUGA:   Bupati Barsel Targetkan Vaksinasi Dua Bulan Terakhir Capai 70 Persen

Adapun rincian 796 hektare sawah tersebut, ungkap Ida Safitri yakni, Desa Kalanis dengan luas 60 hektare, Teluk Timbau 60 hektare dan Desa Damparan 507 hektare yang berada di wilayah Kecamatan Dusun Hilir. Sedangkan Desa Teluk Sampudau seluas 109 hektare dan Desa Teluk Betung 60 hektare keduanya berada di wilayah Kecamatan Karau Kuala.

Kata Dia, untuk saat ini masih belum ada yang dapat ditangani oleh para petani dan harus menunggu hingga debit air DAS Barito surut, sehingga mereka bisa kembali melakukan aktifitas seperti biasa.

BACA JUGA:   Diskop UKM Kalteng Pacu Peningkatan Keterampilan dan Kreativitas Perajin di Barito Selatan

“Tentunya para petani juga tetap mengharapkan agar padi mereka masih bisa terselamatkan,” beber Ida Safitri.

Dia mengimbau agar seluruh petani di lima desa yang berada di dua wilayah kecamatan tersebut, agar tetap semangat, bersabar dan tidak jera untuk terus menambah luas tanaman padi.

“Tentunya juga DKP3 Barsel sendiri tetap memantau keadaan setiap harinya dan selalu memberikan dukungan kepada para petani, sehingga dapat terus bertahan hingga banjir berlalu,” tutup Ida Safitri. (Ded/beritasampit.co.id).