Fuad Bawazier Sebut Wacana Presiden Tiga Periode Perlu Dibuang Ke Laut

Mantan Menteri Keuangan era Presiden Soeharto, Fuad Bawazier dalam dialog Kebangsaan DPD RI, Kamis, (23/9/2021). Foto: beritasampit.co.id/Adista Pattisahusiwa).

JAKARTA– Mantan Menteri Keuangan era Presiden Soeharto, Fuad Bawazier menilai wacana masa jabatan presiden tiga periode lewat amendemen UUD 1945 lebih baik dibuang ke laut.

Fuad menyampaikan hal itu dalam dialog kebangsaan DPD RI di Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, (23/9/2021).

“Jadi, saya rasa wacana jabatan presiden tiga periode ini haru perlu dibuang di laut,” tutur Fuad.

Sebelumnya, wacana amandemen UUD 1945 kembali bergulir. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berkata perlu ada amandemen untuk menambah wewenang MPR merumuskan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

BACA JUGA:   Banggar DPR RI Minta Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Guna Tekan Arus Inflasi

Seiring perkembangan wacana itu, desas-desus soal presiden tiga periode dan perpanjangan masa jabatan presiden kembali mengemuka. Beberapa elemen relawan Presiden Joko Widodo menyarankan hal itu.

“Saya kira isu ini tidak perlu diperdebatkan. Karena jika demikian, maka harus seluruh Gubernur dan bupati juga diperpanjang,” pungkas Fuad Bawazier.

Diketahui, pihak Istana tegas menyebut Jokowi juga telah menolak wacana penambahan periode atau masa jabatan presiden lewat amandemen. Hal itu disampaikan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman.

BACA JUGA:   Diperlukan Pemantapan Wawasan KebangsaanĀ Hadapi Perkembangan Zaman

“Presiden sudah tegas menyatakan tegak lurus UUD 1945 dan amanah reformasi 1998. Sudah dua kali di depan publik menyatakan menolak wacana presiden tiga periode,” ucap Fadjroel.

(dis/beritasampit.co.id)