BPN Kotim Targetkan Tahun 2021 Terbitkan 12.000 Sertifikat

ILHAM/BERITA SAMPIT - Kepala Kantor Pertanahan Kotim Jhonsen Ginting (tengah), mengabadikan momen bersama warga yang menerima sertifikat melalui program PTSL, di Halaman Kantor BPN Kotim. Kamis 24 September 2021.

SAMPIT – Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Kotawaringin Timur, menargetkan tahun 2021 ini melalui program Pendaftaran Tanah Sistemis Lengkap (PTSL) bisa menyelesaikan atau menerbitkan 12 ribu lebih sertifikat.

“Sampai bulan September ini yang sudah dalam proses sekitar 8.500 dari target 12 ribu lebih. Jadi sekitar kurang lebih 4 ribuan yang belum diproses. Kita masih punya waktu 3 bulan lagi mudah-mudahan selesai,” kata Kepala Kantor Pertanahan Kotim Jhonsen Ginting, saat kepada media ini, Jumat 24 September 2021.

“Tahun ini harus selesai, tidak ada lagi yang seperti tahun-tahun kegiatan dulu yang membuat citra kita jadi jelek. Jadi 12.000 lebih itu selesai tahun ini Paling lama 31 Desember 2021,”lanjutnya.

BACA JUGA:   Banjir dalam Kota Sampit, Khozaini : Harus Ada Solusi

Sementara itu pada upacara peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (Hantaru) dan ulang tahun Undang-Undang Pembaruan Agraria (UUPA) ke 61, yang digelar di halaman kantor BPN Kabupaten Kotim

Sebanyak 32 sertifikat dari program PTSL telah diserahkan ke perwakilan desa dan warga penerima, terdiri dari 30 sertifikat milik BUMN, 1 dari Dinas Lingkungan Hidup dan 1 dari tanah wakaf.

“Ini yang menerima dari Desa Pundu, Pelantaran, Cempaga Mulia Barat dan Rantau Katang yang agak jauh mereka bersemangat hadir begitu mau kita bilang kalau sertifikatnya sudah jadi, dan mereka bersemangat datang,”ucapnya

BACA JUGA:   BREAKING NEWS: Tumpahan Minyak Sawit di Kotim Memakan Korban

Ginging menambahkan, pada Rabu 22 September lalu, Kantor BPN Kotim juga ada menyerahkan 101 sertifikat melalui kegiatan redistribusi. Dalam artian BPN juga banyak jenis kegiatan yang hasil akhirnya sama bersertifikat.

“Saya berharap, pada acara ulang tahun ini menjadi momen bahagia bagi semua orang BPN memulai dari titik nol lagi, star lagi, sesuai pidato dan pengarahan Menteri ATR/BPN, kita diharapkan tidak lagi bermain-main dalam memproses sertifikat,” demikian Jhonsen Ginting. (Cha/beritasampit.co.id)