Masyarakat diminta Tetap Waspada COVID-19, Gubernur Kalteng: Jangan Sampai Lengah dan Kendor

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran (kiri) bersama Bupati Kotim Halikinoor saat berkunjung ke Pondok Pesantren Darul Amin di Sampit, Kamis 23 September 2021.//Ist-ANTARA/Norjani;

PALANGKA RAYA – Dalam beberapa waktu terakhir jumlah tambahan kasus konfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Kalimantan Tengah (Kalteng) tidak lagi mencapai ratusan pasien dalam sehari.

Data yang dirilis Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kalteng pada 21 September 2021, tambahan kasus positif sebanyak 41 orang, 22 September 2021 sebanyak 46 orang dan 23 September 2021 sebanyak 43 pasien.

Meski adanya penurunan kasus, namun Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi paparan COVID-19.

“Meski saat ini COVID-19 mulai melandai, jangan sampai lengah dan kendor,” katanya saat dihubungi dari Palangka Raya, seperti dikutip dari Antara, Jumat 24 September 2021.

BACA JUGA:   Dua Kecamatan di Kotim Terima Alat Berat

Gubernur juga meminta seluruh lapisan masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi atau mencegah kerumunan, serta mengurangi mobilitas keluar rumah maupun keluar daerah. Masyarakat juga diminta untuk mendukung upaya percepatan vaksinasi sehingga tercipta kekebalan kelompok.

Pada Kamis 23 September 2021,  Sugianto beserta jajaran melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Darul Amin di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Dalam kunjungannya, selain bersilaturahmi, gubernur ingin melihat serta memastikan kesiapan pondok pesantren menghadapi pembelajaran tatap muka (PTM).

BACA JUGA:   Pelaku Pengancam Membunuh Gubernur Kalteng Harus Ditindak Tegas

“Saya ingin memastikan kesiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka agar betul-betul aman,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengharapkan setiap satuan pendidikan, tidak terkecuali pondok pesantren, mampu memajukan dunia pendidikan di Kalteng dengan menciptakan generasi muda andal, tangguh serta berdaya saing.

“Tentunya juga dilandasi dengan akhlak yang mulia,” ucap Sugianto Sabran.

Di masa sekarang dan mendatang, kata dia, generasi muda memiliki tantangan berat dan kompleks, sehingga perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi persaingan dengan bekal ilmu pengetahuan serta keterampilan yang memadai.

(Antara/BS-65/beritasampit.co.id)