Wujudkan PPKM Level 1, Pemkab Batola Fokus Vaksinasi Pelajar

IST/BERITA SAMPIT - Ilustrasi vaksin usia sekolah

BATOLA, KALSEL- Bupati Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan Hj Noormiliyani AS, Wakil Bupati Batola H Rahmadian Noor, Sekda Batola H Zulkipli Yadi Noor dan seluruh anggota Forkopimda menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait penanggulangan COVID-19, Sabtu 25 September 2021

Rakor sekaligus syukuran jajaran Forkopimda didampingi para isteri/suami atas turunnya status PPKM Batola sudah berada di level 2 itu.

“Mari kita sama-sama berdo’a mudah-mudahan pada pengumuman berikutnya yang dilaksanakan Senin, (27 September 2021), PPKM Batola kembali turun menjadi level 1,” harap Bupati Batola.

Orang Nomor Satu di Kabupaten Batola ini mengatakan langkah Batola untuk mencapai penurunan PPKM menjadi level 1 sangat mungkin terwujud sepanjang bisa memenuhi cakupan vaksinasi yang memang menjadi prioritas dalam penilaian.

Bupati perempuan pertama di Kalsel ini menambahkan, untuk memenuhi cakupan vaksinasi dosis pertama 70 persen, Pemkab Batola memfokuskan penerapan vaksinasi terhadap anak sekolah usia 12 tahun ke atas.

BACA JUGA:   Polda Kalsel Distribusikan Ribuan Paket Sembako untuk Korban Banjir di Kabupaten HST

Dikatakannya, penerapan vaksinasi tersebut ada sedikit kendala yg terjadi, yakni pada sekolah yang bernaung di bawah kemenag, seperti pesantren dan lainnya karena agak sulit mendapatkan izin dari para orangtua.

Meskipun begitu, dirinya sudah meminta jajaran kemenag untuk membantu, agar sasaran vaksinasi dilaksanakan bisa berjalan lancar dan sesuai harapan.

Sementara terhadap kebutuhan vaksin sendiri, tambah bupati yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kalsel, selain menunggu distribusi dari provinsi juga telah menyurati Kemenkes agar bisa mendrop vaksinnya.

Selain itu dirinya juga menerangkan, dalam upaya menahan lajunya penyebaran COVID-19, pihaknya juga telah meminta masukan kepada mantan Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA.

BACA JUGA:   Santri di Kalsel Antusias Ikuti Vaksinasi

Lelaki menjabat Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kemendagri dan termasuk dalam Tim Satgas COVID-19 pusat itu, sebut Noormiliyani, memberi saran agar berkolaborasi dengan berbagai pihak, terutama OKP, ormas-ormas pemuda, beberapa LSM dan seluruh elemen masyarakat.

Dirinya minta dukungan dari semua pihak dalam upaya menangani penanggulangan wabah COVID-19 di Batola agar bisa menurun, bahkan ke level 1.

Sementara itu berdasarkan laporan Tim Penanggulangan COVID-19 Batola hingga Sabtu (25/9), tingkat sebaran mencapai 4.111 orang dengan total sembuh 4.035 orang (98,2 persen), meninggal dunia 56 orang (1,4 persen) dan kasus aktif 20 orang (0,5 persen).

(mery /beritasampit.co.id)