DAD Kotim Sosialisasikan Perda Kalteng Kelembagaan Adat Dayak di Pulau Hanaut

SOSIALISASI : ARIFIN/BERITA SAMPIT - Ketua Harian DAD Kotim (di podium) saat menyosialisasikan Perda Kalteng Nomor 16 Tahun 2008 di Aula Kantor Kecamatan Pulau Hanaut.

SAMPIT – Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), menyosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Kalteng Nomor 16 Tahun 2008 tentang kelembagaan adat Dayak di Kalteng. Salah satunya, mengenai pembayaran insentif Ketua DAD kecamatan, Damang dan Mantir Let Adat. Kegiatan dipusatkan di Aula Kantor Kecamatan Pulau Hanaut.

Sosialisasi itu terselenggara adanya kerja sama dengan PT Rimba Makmur Utama (RMU) wilayah Pulau Hanaut dan difasilitasi pihak kecamatan setempat.

Kegiatan dihadiri Ketua Harian dan pengurus DAD Kotim, Camat Pulau Hanaut, Ketua DAD Kecamatan Pulau Hanaut, Damang Pulau Hanaut dan Mantir Desa.

BACA JUGA:   Pembentukan Perusahaan Daerah Diharapkan Membantu Pengaturan Pasar di Kotim

“Ada tiga inti dari Perda Kalteng Nomor 16 tahun 2008 yang kami sampaikan pada saat sosialisasi aturan ini di aula Kecamatan Pulau Hanaut,” ujar Ketua Harian DAD Kotim Untung TR usai kegiatan, Senin 27 September 2021.

Untung menjelaskan, ketiga inti dari penjelasan di Perda itu yakni, pertama pembentukan DAD tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan dan desa. Kedua, lembaga damang dan mantir dan ketiga, lanjutnya, membentuk Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad).

Disamping itu, mantan Kepala SMAN 3 Sampit ini mengungkapkan, mengenai pembayaran insentif Ketua DAD kecamatan, Damang dan Mantir Let Adat diserahkan kepada pihak ketiga, dalam hal ini, menurutnya, PT RMU yang operasional di wilayah Kecamatan Pulau Hanaut.

BACA JUGA:   Cemburu Buta, Pria di Desa Penyang Kotim Ini Tikam Istrinya Sampai Tewas

“Kami harapkan kepada PT RMU di Kecamatan Pulau Hanaut, mudah-mudahan pihak mereka bisa membantu meningkatkan insentif Ketua DAD kecamatan, Damang dan Mantie Let Adat,” sarannya.

Sementara itu, Camat Pulau Hanaut Sufiansyah mengharapkan, antara DAD kecamatan, Damang, Mantir Let Adat saling bersinergitas sekecil apapun supaya, apabila ada permasalahan di wilayah kerja desa dan kecamatan bisa diselesaikan dengan baik. (ifin/beritasampit.co.id).