Berpotensi Percepat Banjir, Ketua Komisi IV Minta Pemkab Kotim Segera Normalisasi Anak Sungai

IM/BERITA SAMPIT - Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, M. Kurniawan Anwar.

SAMPIT – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), M. Kurniawan Anwar kembali memberikan saran kepada Pemerintah Daerah melalui dinas terkait agar  gencar melalukan normalisasi terhadap anak sungai yang ada untuk menghindari berbagai macam persoalan bencana kedepannya.

Ia menjelaskan, normalisasi sungai sangat perlu diperhatikan mengingat kondisi banjir yang terus terjadi baik di wilayah dataran rendah di pedesaan hingga di dalam wilayah perkotaan Kota Sampit.

“Harus segera membersihkan dan menormalisasi anak-anak sungai kecil, contohnya yang melintasi Kecamatan MB Ketapang, karena sudah banyak pendangkalan. Sebab hal itu berpotensi justru mempercepat bencana banjir datang ketika musim penghujan akibat tidak normalnya arus air ke sungai besar,” jelas Dia, Rabu 29 September 2021.

BACA JUGA:   Soal Kenaikan Tarif, Legislator Ini Dorong Penyertaan Modal PDAM

Apabila banjir meluap di ruas jalan, tentunya akan menggangu aktifitas masyarakat, mengingat jalan adalah kebutuhan umum yang sangat mendesak. Sehingga harus benar-benar menjadi program prioritas.

“Termasuk juga perbaikan jalan-jalan yang di kota dan pedesaan yang selama ini belum tersentuh. Kami rasa itu juga kebutuhan pokok yang bersifat umum dan paling mendesak selama ini, masyarakat kita tidak menuntut banyak. Karena akses jalan itu salah satunya adalah melancarkan perputaran ekonomi mereka,” tandasnya.

BACA JUGA:   Borong Mendali, Dadang Dorong Pemda Perhatikan Atlet Panahan

Legislator Partai Amanat Nasional ini juga berharap kedepan, wilayah yang berpotensi terjadi banjir benar-benar harus diperhatikan dan diantisipasi dengan cara memperbaiki alur anak sungai yang masih banyak belum tercover selama ini.

“Bisa dihitung dan bisa kita berdayakan masyarakat di wilayah masing-masing untuk peduli lingkungan dan juga lengkapi mereka dengan fasilitas penunjang seperti alat guna mempercepat normalisasi nya, kapan perlu dorong perusahaan di wilayah hukum  itu untuk membantu. Karena ini teramat penting untuk mencegah,” tutupnya. (im/beritasampit.co.id).