Lapas Muara Teweh Simulasi Penanganan Kebakaran di Penjara

MEMADAMKAN API: ISK/BERITA SAMPIT- Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh saat mempraktekkan cara memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Sabtu, 02 Oktober 2021.

MUARA TEWEH – Mengantisipasi terjadinya kebakaran, Serangkaian upaya pencegahan terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh melalui kerjasama dengan Bidang Pemadam Kebakaran dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP dan Damkar Kabupaten Barito Utara menyelenggarakan pelatihan dan simulasi kesiapsiagaan jika terjadi kebakaran.

“Sejak kemarin kita sudah bekerjasama dengan Damkar Kabupaten Barito Utara melakukan pelatihan maupun simulasi dalam rangka pencegahan kebakaran di Lapas Muara Teweh. Bentuk kerjasama ini adalah sinergi kita dalam menghadapi bencana. Harapan kita Lapas Muara Teweh dalam keadaan aman dan kondusif terhindar dari marabahaya,” terang Kepala Lapas Kelas IIB Muara Teweh Akhmad Herriansyah. Sabtu, 02 Oktober 2021.

Bentuk pelatihan kesiapsiagaan penanganan bencana kebakaran itu dilaksanakan selama 2 hari sejak tanggal 01 sampai 02 Oktober hari ini, dengan materi hari pertama di isi teori kemudian materi kedua dilanjutkan praktek dan simulasi.

BACA JUGA:   Bupati Barito Utara Ikut Dalam Penerbangan Perdana Pesawat ATR ke Banjarmasin

“Kita semua tidak berkeinginan seperti yang terjadi di Lapas Tanggerang dialami ditempat kita. Oleh karena itu kita meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh petugas. Sehingga petugas di setiap regu diwakili untuk mengikuti pelatihan ini,” tambah Herri.

Diketahui dalam praktek simulasi dimulai dari bunyi peringatan, pukulan lonceng pertanda petugas Lapas bersiap siaga menangani terjadinya kebakaran di Lapas dengan durasi waktu selama 2 menit. Setelah itu petugas membuka kunci gembok sebanyak 30 sel tahanan diwakilkan 30 orang warga binaan. Kemudian satu persatu warga binaan berlarian keluar sembari mengikuti petunjuk petugas hingga berkumpul di lapangan.

“Kita uji coba dengan waktu 2 menit untuk 30 kamar tahanan, diwakilkan 1 orang dalam setiap sel, sehingga jumlahnya 30 orang yang dievakuasi. Kuncinya jika terjadi kebakaran jangan panik, hafal kunci kamar dan evakuasi secepat mungkin,” kata Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Barito Utara melalui Kabid Pemadam Kebakaran dan Perlindungan Masyarakat Tri Indra Hartono saat memberikan arahan di Lapas Muara Teweh.

BACA JUGA:   60 Pelajar Ikuti Lomba lukis Ornamen Flora Khas Barito Utara

Selanjutnya, simulasi penanganan kebakaran para petugas Lapas dilatih memadamkan api menggunakan cara sederhana yakni memakai karung goni dan kain yang sudah dibasahi. Petugas Lapas juga diajarkan bagaimana menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta cara mengatasi kebakaran yang diakibatkan tabung Gas LPG.

Dari rangkaian praktek mulai awal sampai akhir kegiatan, para petugas terutama anggota pengamanan di Lapas Muara Teweh yang mengikuti simulasi nampak sangat sigap dan cepat. Selain itu, untuk memperkuat pencegahan kebakaran pihak Lapas juga memasang sebanyak 7 buah Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap sudut ruangan yang kosong.

(ISK/beritasampit.co.id)