Polisi Tangkap Empat Pengedar Sabu di Kota Bulik

IST/BERITA SAMPIT : Empat pelaku yang sudah diaman oleh Satresnarkoba beserta barang bukti.

NANGA BULIK – Anggota Satresnarkoba Polres Lamandau berhasil menangkap empat orang penyalahguna narkotika jenis sabu, Sabtu (2/10) kemarin.

Kapolres Lamandau AKBP Arif Budi Purnomo, melalui Kasat Res Narkoba, AKP I Made Rudia dalam rilis menjelaskan penangkapan empat orang tersebut berawal dari laporan masyarakat sering terjadi penyalahgunaan narkoba di dalam kota Nanga Bulik.

“Berawal dari masyarakat, kemarin sekitar pukul 12.00 WIB. Anggota Satresnarkoba Polres Lamandau mendapat informasi bahwa ada transaksi jual beli narkotika jenis sabu ditempat terlapor, yakni di Jalan Batu Batanggui RT 05 Nanga Bulik,” ungkapnya, Senin 4 Oktober 2021.

Pada penangkapan tersebut langsung pimpinan oleh KBO Satresnarkoba, AIPDA Sutrisno, dimana petugas berhasil mengamankan seorang tersangka MWH alias D (32) beserta barang bukti berupa 3 bungkus plastik cetik yang berisi butiran kristal diduga narkotika jenis shabu dengan berat 0,54 gram, pipet kaca, tas warna hitam, 3 buah sedotan, handphone serta 2 bungkus rokok.

BACA JUGA:   Warga Desa Penyang Digegerkan Dengan Penemuan Bayi Laki-Laki di Teras Rumah

“Setelah dilakukan pengembangan, kami berhasil menangkap 3 orang tersangka lainnya diantaranya MK (27) alias K beserta barang bukti 1 bungkus plastik cetik berisi butiran kristal diduga narkotika jenis shabu dengan berat 0,12 gram, RNH alias R (30) dengan barbuk 0,57 gram dan sejumlah peralatan pemakaian narkoba seperti pipa paralon warna putih, pipet kaca, 3 buah sedotan dan sebuah handphone,” bebernya.

Dari penangkapan RNH alias R, petugas kembali menangkap satu orang tersangka R (31). Keempat tersangka Narkotika tersebut kini tengah menjalani penyidikan lebih lanjut di Mako Polres Lamandau.

BACA JUGA:   Hari Sumpah Pemuda, Polres Lamandau Gelar Apel Bersama Ormas

“Selama giat penangkapan tidak ada tanpa ada perlawanan dari pelaku,” pungkasnya.

Diketahui, terhadap tersangka MWH (32) dan MK (27) dikenakan pasal 112 ayat (1) Undang Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara.

Sementara terhadap tersangka MK (30) dan R (31) pasal yg dilanggar adalah pasal 114 ayat (1) Jo pasal 132 atau pasal 112 ayat ( 1 ) Jo Pasal 132 Undang Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

(Andre/beritasampit.co.id)