Kabupaten Katingan Kembangkan Budi Daya Durian Varietas Gelapir

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Katingan, Yossy S. Djala.//Ist-ANTARA/Fernando;

KASONGAN – Durian varietas Gelapir, merupakan durian khas Kabupaten Katingan. Jenis durian ini berada di Kelurahan Pendahara Kecamatan Tewang Sanggalang Garing.

Sejak tahun 2007, Pemerintah Kabupaten Katingan, telah mendapatkan hak paten durian Gelapir dari Kementerian Pertanian. Untuk itu, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Katingan, terus mengembangkan budi daya durian varietas Gelapir yang secara nasional sudah dilepas atau diakui oleh Kementerian Pertanian.

Durian varietas Gelapir sangat populer sampai ke tingkat nasional karena memiliki beberapa keunggulan, diantaranya isi buah yang kuning keemasan, isi buah yang tebal, rasa yang enak serta empuk dan aroma yang khas yakni sangat harum.

BACA JUGA:   Gorong-gorong di Km 1 Jebol, Jalan Kasongan - Kereng Pangi Terputus

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Katingan, Yossy S Djala, mengatakan, animo masyarakat terhadap varietas durian Gelapir cukup besar. Dari tahun ke tahun yang dikembangkan antara 3.000-4.000 bibit selalu habis dibeli karena animo masyarakat jauh lebih banyak dari yang dikembangkan.

“Kami sudah punya blok budi daya varietas ini kurang lebih tujuh puluh pokok di BBI Pertanian di Km 31,” kata Yossy S¬†Djala, dikutip dari Antara, Selasa 5 Oktober 2021.

Dia mengakui sampai sekarang pengembangan pembibitan durian Gelapir masih terbatas dikelola oleh UPT, belum dikembangkan kepada masyarakat atau kelompok tani.

Hal itu disebabkan oleh kehati-hatian pihaknya dalam pelepasan bibit durian Gelapir ke masyarakat atau kelompok tani, harus ada sertifikasi dan persyaratan lainnya.

BACA JUGA:   90 Orang Security Pemkab Katingan Berubah Status Menjadi Anggota Satpol PP

“Ini yang jadi pertimbangan kami namun ke depannya kami tetap harus membina mereka untuk pengembangannya,” ucap Yossy.

Yossy mengungkapkan, perbanyakan varietas durian Gelapir dilakukan dengan sistem sambung pucuk karena buah durian yang akan dihasilkan memiliki sifat yang sama dengan tanaman induknya dan masa berbuah tanaman lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan menggunakan cara generatif atau biji.

“Melihat prospek varietas ini yang sangat menjanjikan mampu menopang perekonomian masyarakat, maka pelestariannya patut dijaga,” demikian Yossy.

(Antara/BS-65/beritasampit.co.id)