Jalan HM Arsyad Banyak Lubang, Paling Parah Depan Mesjid Alfattah Bagendang

RUSAK PARAH : ARIFIN/BERITA SAMPIT - Kerusakan jalan HM Arsyad tepatnya di depan mesjid Alfattah Bagendang dekat dengan kantor Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotim, Kalteng.

SAMPIT – Jalan HM Arsyad merupakan lintas Kabupaten antara Kotawaringin Timur (Kotim) menuju Seruyan. Terhitung sejak awal 2021, jalan yang beraspal sudah banyak yang rusak dan berlubang. Bahkan, paling parah di depan mesjid Alfattah Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

Pantauan Berita Sampit, akibat kerusakan jalan itu terkadang menimbulkan kemacetan, karena di tengah jalan terdapat lubang diameter cukup besar, sehingga kendaraan harus antre.

Awalnya diameter lubang itu hanya kecil, lantaran sering dilindas truk bermuatan kelapa sawit dan truk foso pembawa kopra menggunakan kontainer, diameter lubang itu semakin menganga dan dalam. Diperparah lagi, ada sebuah truk bermuatan sempat amblas.

BACA JUGA:   Peserta Didik SMP Negeri 6 Cempaga Divaksin Pfizer Tahap Pertama Sukses

“Truk bermuatan itu amblas, truk dari arah Sampit menuju Samuda,” ucap Ifan, pengendara yang mengaku pernah melihat amblasnya truk tersebut di depan mesjid Alfattah Bagendang.

Selain itu, Ifan juga menyebutkan kerusakan jalan paling banyak di wilayah Kecamatan MHU yakni, depan mesjid Alfattah Bagendang, wilayah Desa Bagendang Hulu dan wilayah Desa Bagendang Hilir.

“Kalau di wilayah Bagendang Hilir, disitu ada beberapa titik kerusakan jalan. Pengendara harus ekstra hati-hati terutama pada saat berpapasan dengan kendaraan lainnya,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan sementara, hanya menimbun jalan rusak itu menggunakan tanah uruk untuk mengurangi ke dalaman lubang.

BACA JUGA:   Mayat Tanpa Kepala Ditemukan Warga saat Bersihkan Sungai di Kotim

Namun, upaya itu dianggap kurang membuahkan hasil dan satu-satunya solusi ditengah lubang tersebut ditancapkan 3 kayu dan dibungkus plastik serta karung bekas semen.

“Supaya terlihat sopir dan tidak terlindas lagi, terpaksa kami pasang kayu ditengah-tengahnya,” ujar salah seorang pekerja bangunan gerbang dan pagar mesjid Alfattah Bagendang.

Di wilayah Kecamatan MHU sebenarnya terdapat beberapa perusahaan industri dan perkebunan kelapa sawit. Pemerintah kecamatan setempat diharapkan peduli terhadap kerusakan jalan untuk menggerakkan CSR perusahaan, bukan dibiarkan begitu saja.

(ifin/beritasampit.co.id)