Fraksi Demokrat DPR Setuju Usulan KPU Terkait Pemilu Digelar 21 Februari 2024

Dialog Dialektika Demokrasi di Media Center Parlemen Senayan Jakarta Kamis, (7/10/2021). (foto: beritasampit.co.id/Adista Pattisahusiwa)

JAKARTA– Fraksi Partai Demokrat DPR RI setuju hari pencoblosan Pemilu 2024 digelar pada 21 Februari 2024, sesuai usulan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Salah satu alasannya, agar pesta demokrasi lima tahunan tersebut tidak berada pada posisi tahapan krusial.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Demokrat, Anwar Hafid dalam dialog Dialektika Demokrasi di Media Center Parlemen Senayan Jakarta Kamis, (7/10/2021).

Jadwal Pemilu 2024 hingga saat ini belum diputuskan, pasalnya baik pemerintah maupun penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU masih memiliki rencana berbeda. KPU menginginkan 21 Februari 2024. Sementara pihak pemerintah mengusulkan Pemilu digelar pada 15 Mei 2024.

BACA JUGA:   Wakil Rakyat Minta Pemerintah Perbaiki Pengelolaan Pupuk Subsidi

Namun, politisi Dapil Sulawesi Tengah itu bilang Fraksi Demokrat DPR RI menyetujui usulan dari KPU RI agar penyelenggaraan pemilu dipercepat.

“Alasannya pertama bahwa kita perlu KPU itu mempunyai waktu, untuk bisa mendesain Pilkada dan Pemilu, sehingga irisan-irisan tahapan-tahapan Pemilu tersebut tidak berada pada posisi krusial,” tandas Anwar.

Dialog dengan tema ‘Pemilu Serentak 2024: Ujian Demokrasi? itu dihadiri Anggota Komisi II DPR RI F- PKB Yanuar Prihatin dan Pemerhati Pemilu Perludem Fadli Ramadhanil.

BACA JUGA:   Lindungi Masyarakat, Kemendag Tertibkan Robot Trading Tak Berizin

Oleh karena itu, menurut Anwar, Fraksi Partai Demokrat memandang penting, setidaknya beberapa hal yang menjadi pijakan patokan dalam upaya mendesain sistem pemilu 2024 yang tentu lebih baik di masa-masa yang akan datang.

“Prinsip yang dianut asas konstitusionalitas itu bahwa KPU-lah yang paling paham, soal tahapan, KPU ini sudah terpercaya dan mereka punya jaringan sampai di tingkat bawah dan tentu informasi terkait desain yang dibuat KPU itu sudah tepat,” pungkas Anwar Hafid.

(dis/beritasampit.co.id)